Jelang MotoGP 2026, Erupsi Anak Krakatau Jadi 'Stress Test' Ketahanan Pariwisata NTB
📅 Senin, 07 Sep 2026, 19:08 WIB | Oleh: OpikLOMBOK TENGAH, NUSA TENGGARA BARAT - Anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nusa Tenggara Barat (NTB) Ali Muhtasom mengatakan akses utama wisatawan menuju Lombok dapat terganggu oleh bencana letusan Anak Gunung Krakatau, sehingga hal itu harus diantisipasi menjelang ajang MotoGP 2026 di Mandalika.
"Lombok tidak harus terkena bencana untuk merasakan dampak pariwisata dari sebuah bencana. Destinasi bisa aman dan bandara tetap beroperasi, tetapi ketika salah satu gateway utama terganggu, akses wisatawan menuju Lombok juga dapat terganggu," kata Ali Muhtasom di Lombok Tengah, Senin (7/9).
Ia mengatakan gangguan sejumlah penerbangan rute Lombok–Jakarta akibat erupsi Anak Gunung Krakatau terjadi sejak Minggu (6/9). Peristiwa tersebut menjadi momentum penting untuk menguji ketahanan atau tourism resilience NTB terlebih menjelang penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026.
"Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keamanan destinasi tidak otomatis menjamin ketahanan destinasi," katanya.
Ia mengatakan pariwisata Lombok sangat dipengaruhi oleh konektivitas udara, sehingga gangguan pada simpul penerbangan utama dapat menghasilkan efek berantai terhadap pergerakan wisatawan, hotel, transportasi, perjalanan wisata, restoran, UMKM, hingga penyelenggaraan kegiatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bagi NTB, kejadian tersebut harus dijadikan peringatan dini karena MotoGP merupakan periode ketika mobilitas menuju Lombok meningkat sangat tinggi dalam waktu yang relatif bersamaan," katanya.
Oleh karena itu ia mengusulkan setidaknya terdapat lima dimensi ketahanan yang perlu diuji sebelum MotoGP 2026, yakni ketahanan konektivitas, ketahanan bisnis, ketahanan pengunjung, ketahanan Informasi, dan ketahanan destinasi.
"Perlu dilaksanakan simulasi gangguan 24, 48, dan 72 jam menjelang MotoGP Indonesia untuk menguji kemampuan sistem menyerap gangguan, kemampuan menjaga kontinuitas pelayanan wisata dan event serta ketahanan destinasi dalam kondisi kritis," kata Ali Muhtasom.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga menilai NTB perlu memiliki Pusat Komando Ketahanan Wisata selama periode MotoGP. Pusat kendali tersebut tidak hanya memonitor kegiatan, tetapi juga mengintegrasikan informasi cuaca dan vulkanik, status penerbangan, kapasitas kursi, pergerakan penumpang, ketersediaan kamar hotel, transportasi darat hingga kebutuhan bantuan wisatawan.
"Selain itu kedatangan wisatawan perlu didorong lebih awal sehingga tidak terkonsentrasi pada H-1 penyelenggaraan MotoGP," kata Ali Muhtasom. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!