Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Era Mata Uang Baru, Harga Kebutuhan Sekolah di Suriah Masih Tinggi

📅 Senin, 07 Sep 2026, 14:43 WIB | Oleh:
Era Mata Uang Baru, Harga Kebutuhan Sekolah di Suriah Masih Tinggi Doc: AFP
Ket. Seorang pria memegang uang kertas pecahan 10 Pound Suriah baru

DAMASKUS - Di lorong-lorong sempit pasar tua Damaskus, para orang tua pada Minggu (6/9) berpindah dari satu toko ke toko lainnya, membandingkan harga pena, buku tulis, dan tas sekolah serta melakukan persiapan akhir menyambut tahun ajaran 2026/2027.

Di pasar Al-Asrounieh, pusat alat tulis tradisional di kawasan Damaskus Lama, Abu Masa berbelanja kebutuhan sekolah untuk kedua putrinya menjelang dimulainya kembali kegiatan sekolah di Suriah pada Senin, 7 September.

"Kami datang untuk membeli perlengkapan sekolah. Saya punya dua putri," kata Masa kepada Xinhua. "Semuanya mahal, sementara masyarakat tidak memiliki cukup uang untuk membeli kebutuhan mereka. Ada pembeli, tetapi harga-harga sangat tinggi."

Untuk menghemat pengeluaran, keluarganya menggunakan perlengkapan yang ada secara bergantian untuk anak-anak mereka.

"Kami memberikan tas sekolah milik kakaknya kepada adiknya dan hanya membeli satu tas baru," imbuhnya.

Di pasar Al-Khaja yang terletak di dekatnya, Fadi, seorang warga Damaskus lainnya, sedang membeli tas sekolah tetapi dia mengatakan keluarganya tidak mampu memenuhi sekaligus seluruh kebutuhan sekolah anak-anaknya.

"Harga-harga tidak sebanding dengan tingkat pendapatan masyarakat. Harganya sangat tinggi, sehingga sebagian besar masyarakat hanya melihat-lihat alih-alih membeli," katanya kepada Xinhua.

Berdasarkan perkiraan harga di pasar setempat pada Sabtu (5/9), satu set perlengkapan alat tulis dasar untuk murid sekolah dasar dibanderol sekitar 100.000 hingga 250.000 pound Suriah lama (1 pound Suriah = Rp1,37), atau sekitar 8 hingga 19 dollar AS, tergantung pada jumlah dan kualitas barang.

Sementara itu, harga sebuah buku tulis berkisar antara 3.000 hingga 10.000 pound Suriah lama, sedangkan pena dibanderol sekitar 700 hingga 3.000 pound Suriah lama.

Biaya semakin bertambah ketika harus membeli pakaian, sepatu, dan tas sekolah. Pakaian untuk anak sekolah dasar harganya sekitar 4 hingga 10 dollar AS, sementara tas sekolah atau sepasang sepatu masing-masing berkisar 5 hingga 15 dollar AS. Jika ditotal, kebutuhan dasar berupa perlengkapan sekolah dan pakaian untuk satu anak saja bisa menghabiskan biaya hingga puluhan dollar AS.

Pengeluaran tersebut menjadi semakin berat jika dibandingkan dengan tingkat pendapatan masyarakat. Upah minimum bulanan di negara tersebut kini sebesar 12.560 pound Suriah baru, atau sekitar 105 dolar AS. Kementerian Keuangan Suriah mencatat bahwa angka tersebut bukan merupakan rata-rata gaji, sementara belum terdapat angka resmi terkini mengenai rata-rata gaji secara nasional.

Dengan menggunakan angka tersebut sebagai tolok ukur, bahkan persiapan dasar untuk kebutuhan satu anak dapat menyerap sebagian besar pendapatan bulanan. Perlengkapan alat tulis, tas sekolah, sepatu, pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya secara keseluruhan dapat mencapai sekitar seperlima hingga lebih dari setengah upah minimum bulanan.

20260907144118_damaskus.jpg

Warga Suriah berbondong-bondong membeli kebutuhan sekolah anak di sebuah pasar di ibu kota Damaskus pada Minggu (6/9). ANTARA



"Kami hanya membeli kebutuhan yang mendesak untuk saat ini. Kami tidak membeli seluruh perlengkapan sekolah sekaligus karena memang tidak mampu membelinya," tambah Fadi.

Tekanan tersebut juga terlihat dari balik meja kasir toko.

Mohammad Khair Jaqmaqji, pemilik toko alat tulis di kawasan Damaskus Lama, mengatakan pelanggan kini berbelanja dengan jauh lebih selektif dibandingkan dengan tahun lalu.

"Terus terang, jika melihat kondisi perekonomian, kegiatan usaha tahun ini lebih lesu dibandingkan tahun lalu," kata Jaqmaqji kepada Xinhua. "Tahun lalu, pelanggan datang dan membeli perlengkapan lengkap dalam jumlah besar. Tahun ini, masyarakat terpaksa hanya membeli barang-barang yang benar-benar mereka butuhkan."

Pengeluaran yang tertahan tersebut terjadi di tengah tanda-tanda stabilisasi ekonomi secara lebih luas. Bank Dunia menyatakan bahwa inflasi di Suriah turun ke angka perkiraan 11,5 persen pada 2025, anjlok secara signifikan dari 72,1 persen pada 2024. Kendati demikian, tingginya biaya hidup, lemahnya pasar tenaga kerja, serta kebutuhan rekonstruksi masih membebani rumah tangga di negara tersebut.

Sementara itu, sistem pendidikan Suriah masih dalam tahap pemulihan setelah bertahun-tahun dilanda konflik, perpindahan penduduk, dan kehancuran.

Kementerian Pendidikan Suriah pada Sabtu menyatakan bahwa sebanyak 1.370 sekolah telah direhabilitasi atau dipulihkan sepanjang tahun 2026, menyusul 2.017 sekolah pada tahun 2025, sementara lebih dari 6.000 sekolah lainnya masih membutuhkan rehabilitasi dan pemeliharaan.

Lebih dari 500.000 anak Suriah telah kembali dari luar negeri, yang menambah tekanan terhadap sistem pendidikan untuk menampung murid dengan latar belakang yang beragam. Sekitar 2,45 juta anak masih belum bersekolah, menurut data Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) yang dikutip kementerian tersebut.

Namun, bagi keluarga yang berbelanja di pasar-pasar Damaskus menjelang tahun ajaran baru, kekhawatiran utama mereka jauh lebih sederhana, yakni memastikan anak-anak dapat kembali bersekolah tanpa semakin membebani anggaran rumah tangga yang sudah amat terbatas.

Pada Senin (7/9) pagi waktu setempat, anak-anak Suriah akan kembali melangkahkan kaki ke ruang-ruang kelas. Bagi orang tua seperti Abu Masa dan Fadi, mengantarkan mereka kembali bersekolah berarti harus dengan cermat menimbang apa yang dapat dibeli sekarang, apa yang bisa digunakan kembali, dan apa yang harus ditunda terlebih dahulu. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
Advertisement
Ribuan Warga Surabaya Kena Cleansing, Anggota DPR Pertanyakan Tanggung Jawab Moral BPJS

Ribuan Warga Surabaya Kena Cleansing, Anggota DPR Pertanyakan Tanggung Jawab Moral BPJS

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.