Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan Geologi: Erupsi Anak Krakatau Berakhir, Aktivitas Menurun, tetapi Tetap Waspada

📅 Senin, 07 Sep 2026, 18:17 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Badan Geologi: Erupsi Anak Krakatau Berakhir, Aktivitas Menurun, tetapi Tetap Waspada Doc: esdm.go.id
Ket. Setelah mengalami episode erupsi menerus selama 25 jam, Gunung Anak Krakatau di Provinsi Lampung kembali menunjukkan aktivitas erupsi dengan pola letusan ringan yang terjadi secara berkala. Meski episode erupsi panjang telah berakhir, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau karena tingkat kegempaan masih tinggi

BANDUNG - Setelah mengalami episode erupsi menerus selama 25 jam, Gunung Anak Krakatau di Provinsi Lampung kembali menunjukkan aktivitas erupsi dengan pola letusan ringan yang terjadi secara berkala. Meski episode erupsi panjang telah berakhir, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau karena tingkat kegempaan masih tinggi.

Bagi masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian karena berkaitan dengan potensi bahaya erupsi. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekat atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB berakhir pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB. Setelah periode tersebut, aktivitas erupsi kembali menunjukkan karakteristik letusan ringan yang selama ini menjadi ciri aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Setelah episode erupsi menerus berakhir, teramati tiga kali erupsi strombolian dengan warna kolom erupsi hitam. Kembalinya erupsi strombolian yang merupakan karakteristik khas Gunung Anak Krakatau, untuk sementara diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus yang cukup panjang tersebut," ujar Lana Saria di Bandung, Senin (7/9).

Meski episode erupsi menerus telah berakhir, pemantauan instrumental pada periode 6-7 September 2026 masih merekam dinamika kegempaan yang tinggi. Tercatat tiga kali gempa erupsi, sembilan kali gempa hembusan, 93 kali gempa low frequency, 98 kali gempa hybrid/fase banyak, empat kali gempa tremor menerus, serta satu kali gempa vulkanik dangkal.

Kondisi tersebut membuat tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga). Lana Saria menyampaikan bahwa kemungkinan terjadinya letusan dalam beberapa periode ke depan masih tinggi.

"Potensi bahaya utama berupa lontaran batu pijar dan hujan abu lebat, serta potensi aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi," jelas Lana Saria.

Sejalan dengan status Siaga tersebut, Badan Geologi Kementerian ESDM mengimbau masyarakat yang terdampak abu vulkanik untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker guna menghindari gangguan pernapasan.

"Masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu-isu hoaks terkait erupsi yang dikaitkan dengan potensi tsunami. Warga diminta beraktivitas normal sambil terus mengikuti arahan BPBD setempat," pinta Lana.

Badan Geologi Kementerian ESDM melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gunung api aktif di Indonesia, termasuk Gunung Anak Krakatau. Pemantauan khusus terhadap Gunung Anak Krakatau dilakukan melalui dua pos pengamatan, yakni Pos Pengamatan Pasauran di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, serta Pos Pengamatan Kalianda di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Dengan pemantauan yang terus dilakukan dan kepatuhan masyarakat terhadap rekomendasi keselamatan, perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau diharapkan dapat terus ditangani melalui langkah mitigasi berbasis informasi dan pengamatan gunung api. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Laskar Mataram Kalah Lawan ...
Luar Negeri
'Dark Tourism' di Tiongkok ...

Persita Perkasa, Runtuhkan Kesempurnaan Persija Jakarta

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Persita Perkasa, Runtuhkan ...
Advertisement
Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.