Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyak Daerah Terapkan PJJ Sekolah, Pemkot Cimahi Malah Belajar Tatap Muka di Tengah Paparan Abu Vulkanik

📅 Senin, 07 Sep 2026, 18:50 WIB | Oleh:
Banyak Daerah Terapkan PJJ Sekolah, Pemkot Cimahi Malah Belajar Tatap Muka di Tengah Paparan Abu Vulkanik Doc: ANTARA/Ilham Nugraha
Ket. Sejumlah siswa sekolah dasar negeri mendengarkan guru memberikan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang perubahan energi.

CIMAHI, JAWA BARAT - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tetap berlangsung secara tatap muka meski paparan debu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah terasa di wilayah tersebut.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana di Cimahi, Senin (7/9), menilai paparan abu vulkanik saat ini belum terlalu serius sehingga belum diperlukan perubahan skema pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Dampak di Cimahi sudah terasa, kemarin kita lihat juga, debunya sangat halus. KBM sementara belum (daring), masih offline, tetap seperti biasa," katanya.

Meski demikian, Pemkot Cimahi akan melakukan evaluasi apabila paparan debu abu vulkanik semakin serius hingga berpotensi membahayakan peserta didik maupun guru.

Pihaknya melalui Dinas Pendidikan Kota Cimahi telah mengimbau seluruh satuan pendidikan agar peserta didik dan guru menggunakan masker selama beraktivitas di sekolah.

"Untuk pelaksanaan proses belajar-belajar. Kita tetap menggunakan masker, kita upayakan untuk anak-anak kita, kita upayakan untuk cari masker," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Nana Suyatna mengatakan selain penggunaan masker, pihak sekolah juga diminta mengurangi aktivitas pembelajaran maupun kegiatan lainnya di luar ruangan.

"Selain masker kita juga meminta pengurangan aktivitas di luar kelas, dan meminta satuan pendidikan agar jendela dan pintunya tertutup," kata dia.

Ia mengatakan pembatasan aktivitas luar ruangan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi paparan abu vulkanik terhadap peserta didik dan guru selama berada di lingkungan sekolah.

Dinas Pendidikan Kota Cimahi akan melakukan rapat koordinasi bersama dinas terkait untuk mengetahui kondisi terkini paparan debu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di wilayah setempat.

"Kami menunggu tim, mungkin nanti siang akan rapat dengan Pak Wali (Kota) bersama yang lain, menyikapi dinamika yang terjadi di wilayah Kota Cimahi, kita koordinasi dengan wilayah Bandung Raya, belum ada yang melakukan PJJ," katanya.

Hasil rapat koordinasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah Kota Cimahi apabila kondisi paparan abu vulkanik mengalami perubahan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Jenguk Korban Keracunan MBG...
Megapolitan
Kasus ISPA Melonjak, Dinkes...
Ekonomi
Pawai Khitong Jadi Magnet B...
Ekonomi
Kementerian UMKM Dorong Pro...
Daerah
Kadin Kota Jayapura Buka Pe...
Advertisement
Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Senin Ini

Berikut Daftar Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Senin Ini

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.