PJJ di Jakarta Diperpanjang Hingga Selasa 8 September Akibat Abu Vulkanik
📅 Senin, 07 Sep 2026, 18:10 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan hingga Selasa (8/9). Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi karena abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau masih ditemukan di sejumlah wilayah Jakarta meski kondisi udara mulai membaik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan keputusan memperpanjang PJJ telah dibahas bersama Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Menurutnya, penurunan abu vulkanik memang cukup signifikan, tetapi pemerintah masih membutuhkan waktu tambahan untuk memastikan kondisi lingkungan aman bagi peserta didik.
“Abu vulkaniknya sudah mengalami penurunan yang luar biasa. Tetapi di beberapa daerah masih ada, dan kami masih memerlukan waktu satu hari untuk memperpanjang PJJ ini sampai dengan besok,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (7/9).
Perpanjangan PJJ berlaku bagi seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta, di wilayah DKI Jakarta. Jenjang yang mengikuti kebijakan tersebut mencakup:
- PAUD
- SKB/PKBM
- SLB
- SD
- SMP
- SMA
- SMK
Ketentuan perpanjangan PJJ tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Dengan kebijakan ini, kegiatan belajar peserta didik tetap dapat berlangsung tanpa harus melakukan aktivitas pembelajaran secara langsung di sekolah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain memperpanjang PJJ, Pemprov DKI terus melakukan penanganan terhadap abu vulkanik yang berada di wilayah Jakarta. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyemprotan water mist untuk membantu mengendalikan partikel debu dan abu di udara.
Sebanyak 94 tangki dan lebih dari 200 personel dikerahkan dalam penanganan tersebut. Personel dan peralatan berasal dari sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Lingkungan Hidup, serta perangkat daerah terkait.
Pramono mengatakan penyemprotan water mist akan terus dilakukan hingga Selasa (8/9). Pemprov DKI juga telah meminta pengelola gedung yang memiliki fasilitas water mist untuk ikut menggunakannya sebagai bagian dari upaya penanganan abu vulkanik.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Water mist itu terus kita lakukan sampai dengan besok. Kami bahkan sudah meminta kepada gedung-gedung yang mempunyai fasilitas water mist untuk bisa dilakukan itu,” kata Pramono.
Selain penyemprotan water mist, Pemprov DKI tetap melanjutkan pembagian masker kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan tambahan bagi warga yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang masih dipantau.
Untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), Pemprov DKI memastikan belum ada perubahan terhadap pola kerja. ASN tetap menjalankan pekerjaan seperti biasa dengan tetap memperhatikan penggunaan masker ketika melakukan aktivitas.
Pemprov DKI juga membuka kemungkinan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari mitigasi. Namun, pelaksanaan OMC tetap bergantung pada kondisi awan dan akan dikoordinasikan bersama pemerintah pusat serta instansi yang memiliki kewenangan.
“Kami melakukan segala upaya. Doa, salat, dan sebagainya kita lakukan, termasuk OMC,” ujar Pramono.
Ia mengatakan telah meminta BPBD DKI Jakarta untuk melakukan OMC apabila kondisi memungkinkan dan langkah tersebut dapat dijalankan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!