Media Luar Negeri Sebut Letusan Anak Krakatau Sebabkan 170.000 Penumpang Terlantar karena Penutupan Bandara
📅 Senin, 07 Sep 2026, 11:50 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SAktivitas vulkanik Anak Krakatau juga berdampak terhadap pelayaran di Selat Sunda. Kapal yang melintas diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gangguan keselamatan navigasi.
Otoritas pelabuhan setempat menetapkan zona larangan mendekat dengan radius tiga kilometer dari gunung api tersebut.
Badan Geologi juga memperingatkan masyarakat untuk tidak mendekati Anak Krakatau. Aktivitas erupsi masih berpotensi berlanjut.
Pada Sabtu, erupsi Anak Krakatau menghasilkan semburan lava dan suara gemuruh yang terdengar hingga ratusan kilometer. Aktivitas erupsi kembali terjadi pada Minggu, dengan salah satu letusan tercatat pada pukul 20.23 WIB.
Sebaiknya Anda baca juga:
Badan Geologi menyatakan kemungkinan terjadinya letusan lanjutan dalam waktu mendatang masih tinggi.
Meski demikian, Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan rangkaian letusan terbaru tidak berpotensi memicu tsunami. Masyarakat tetap diminta mematuhi zona larangan masuk karena material vulkanik yang dikeluarkan gunung api dapat membahayakan keselamatan.
Anak Krakatau merupakan gunung api yang muncul dari kaldera yang terbentuk setelah letusan Krakatau pada 1883. Letusan besar tersebut menjadi salah satu bencana vulkanik paling mematikan dalam sejarah, dengan perkiraan korban jiwa sekitar 35.000 orang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada 2018, sebagian tubuh Anak Krakatau runtuh dan memicu tsunami yang menerjang pesisir Banten dan Lampung. Peristiwa tersebut menewaskan 429 orang dan menyebabkan ribuan warga mengungsi.
Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik, wilayah dengan aktivitas gunung api dan gempa bumi yang tinggi akibat pertemuan sejumlah lempeng tektonik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!