Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mitigasi Dampak Erupsi Anak Krakatau, BPNB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

📅 Senin, 07 Sep 2026, 08:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mitigasi Dampak Erupsi Anak Krakatau, BPNB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca Doc: BNPB
Ket. Kepala BNPB Suharyanto, S.saat memberikan keterangan pers secara daring pada Minggu (6/9).

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu meluruhkan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang tersebar di sejumlah wilayah Jakarta, Banten, dan Lampung.

Kepala BNPB Suharyanto di Jakarta, Senin, mengatakan OMC akan dilakukan setelah kondisi cuaca dan keselamatan penerbangan memungkinkan, mengingat abu vulkanik juga berdampak terhadap aktivitas sejumlah bandara.

"Kondisi lebih kondusif, kami akan melaksanakan OMC. Pesawat sudah siap di Pondok Cabe," kata dia.

Dia menjelaskan OMC salah satu langkah disiapkan pemerintah untuk membantu menurunkan material abu vulkanik dari atmosfer melalui pembentukan atau penyemaian hujan.

Selain penyemaian awan, BNPB juga menyiapkan teknik water mist untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak.

Menurut Suharyanto, pelaksanaan OMC tetap memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan karena abu vulkanik masih berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Sejumlah bandara masih ditutup atau mengalami gangguan operasional sebagai langkah antisipasi terhadap risiko yang ditimbulkan material vulkanik.

Menyikapi aktivitas Gunung Anak Krakatau, BNPB telah melakukan koordinasi secara daring dengan BPBD di wilayah yang terdampak abu vulkanik untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat dan kebutuhan penanganan di lapangan.

"Kami telah melakukan video conference secara intensif untuk mengetahui perkembangan kondisi masyarakat terdampak erupsi," ujarnya.

BNPB juga mengirimkan personel ke sejumlah lokasi terdampak untuk memantau secara langsung situasi masyarakat serta memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi kemungkinan dampak lanjutan aktivitas vulkanik.

Dalam hal ini, ia meminta pemerintah daerah memastikan kesiapan perangkat penanggulangan bencana, termasuk fungsi sistem peringatan dini seperti sirine, tempat evakuasi, rencana kontingensi, serta ketersediaan stok pangan dan kebutuhan dasar yang dikelola pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota.

"Apabila masih dibutuhkan, bantuan dari pemerintah pusat akan kami dorong," katanya.

Hingga saat ini, dia menyatakan, belum ada pemerintah daerah terdampak yang menetapkan status kedaruratan bencana.

Namun, BNPB akan terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mengantisipasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Russia Tidak Akan Tinggal D...
Advertisement
Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.