Mengukur Dampak AI, Produktivitas dan Nilai Bisnis Jadi Fokus Utama
📅 Senin, 07 Sep 2026, 12:30 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di dunia bisnis terus berkembang. Namun, tingginya tingkat adopsi teknologi tersebut dinilai belum otomatis menghasilkan dampak nyata bagi perusahaan. Pengukuran manfaat AI terhadap produktivitas, kualitas keputusan, efisiensi operasional, dan hasil bisnis menjadi salah satu isu yang dibahas Dana dalam AI@Work Lab di IdeaFest 2026.
Forum tersebut mempertemukan pelaku industri, pemimpin teknologi, dan komunitas untuk membahas penerapan AI dari tahap eksperimen menuju penggunaan yang menghasilkan manfaat terukur, sekaligus melihat perubahan kebutuhan talenta di tengah perkembangan teknologi tersebut.
Dalam sesi “The AI Adoption Trap: Moving Beyond Hype to Real Business Value”, CEO & Co-Founder Dana Indonesia Vince Iswara bersama Founder Genesis & Sevenpreneur Raymond Chin membahas pentingnya menggeser ukuran keberhasilan AI dari sekadar tingkat penggunaan menuju dampak yang dihasilkan terhadap proses bisnis.
"Adopsi AI bukan lagi tujuan akhir. Nilainya baru tercipta ketika teknologi tersebut membantu menyelesaikan persoalan yang nyata, memperbaiki kualitas keputusan, dan memberikan hasil yang dapat diukur," ujar Vince dalam acara tahunan Dana AI@Work Lab di IdeaFest 2026 di Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Menurutnya, manusia tetap memiliki peran penting dalam penerapan AI, terutama dalam menentukan konteks, menjaga kualitas, mengelola risiko, dan bertanggung jawab terhadap hasil yang dihasilkan teknologi.
Sebaiknya Anda baca juga:
AI Dorong Produktivitas Operasional
Dana menyebut sekitar 80–90 persen kode yang dikembangkan di perusahaan tersebut kini dihasilkan dengan dukungan AI. Meski demikian, perubahan tersebut tidak menghilangkan peran engineer dalam proses pengembangan teknologi.
Para engineer tetap bertanggung jawab dalam merumuskan persoalan, merancang arsitektur sistem, melakukan validasi, memastikan aspek keamanan, serta mengambil keputusan terhadap hasil akhir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penerapan AI juga disebut telah memberikan dampak terhadap sejumlah proses operasional Dana. Sepanjang 2025, implementasi agentic AI pada beberapa proses mencatat peningkatan produktivitas hingga 57 persen, peningkatan kepuasan pelanggan sebesar 13 persen, serta percepatan penyelesaian layanan sebesar 10 persen.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pengembangan AI tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknologi, melainkan juga bagaimana teknologi tersebut diintegrasikan ke dalam proses kerja dan menghasilkan perubahan yang dapat diukur.
Tata Kelola Menjadi Bagian Penting
Selain produktivitas, diskusi AI@Work Lab turut menyoroti kesiapan organisasi dan talenta dalam mengadopsi teknologi baru. Perusahaan dinilai perlu memberikan ruang bagi karyawan untuk bereksperimen, namun tetap menetapkan tujuan, parameter keberhasilan, serta akuntabilitas yang jelas.
Pendekatan tersebut antara lain diterapkan Dana melalui konsep Smart Friction, yakni penambahan lapisan verifikasi secara terukur pada aktivitas yang memiliki indikasi risiko lebih tinggi.
Dalam penerapannya, Dana berkolaborasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Langkah tersebut disebut berkontribusi terhadap penurunan aktivitas yang terindikasi judi online di platform Dana hingga 80 persen sepanjang 2025.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!