Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran Gunung Semeru Akhirnya Padam, Area Terdampak Capai 3.000 Hektare

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 21:30 WIB | Oleh:
Kebakaran Gunung Semeru Akhirnya Padam, Area Terdampak Capai 3.000 Hektare Doc: Istimewa
Ket. Penanganan karhutla di Gunung Semeru melibatkan banyak pihak yakni TNBTS, Dalkar hutan Manggala Agni, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Lumajang, Polsek Senduro, Koramil Senduro, ABI Jatim di Lumajang, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Kementerian Kehutanan.

SURABAYA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Semeru, Jawa Timur, berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan baik dengan jalur penyisiran darat maupun helikopter water bombing dengan luas area terdampak karhutla diperkirakan lebih dari 3.000 hektare (ha).

"Kami berkoordinasi dengan Seksi PTN wilayah III TNBTS Ranupani di Lumajang karena per tanggal 5 September 2026, kegiatan dinyatakan selesai karena sudah tidak ada titik api dan selanjutnya akan di laksanakan patroli oleh pihak TNBTS," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, dikutip dari Antara, Minggu (6/9)

‎

Menurut dia, pihaknya mendapat informasi dari pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) luasan terbakar hingga 1 September mencapai 3.072 ha, sedangkan luas terbakar hingga Sabtu (5/9) masih dalam proses perhitungan petugas TNBTS di lapangan.

"Luas yang terbakar tersebar di beberapa dengan lokasi di antaranya Diblok Dingklik, Pacis bincil, Kedaluh, Penanjakan sebanyak 211,24 ha, kemudian di Bantengan, Watangan, Jantur, dan B29 seluas 881,78 ha, dan dampak karhutla yang terluas berada di Ranu Kumbolo dan sekitarnya mencapai 1.887 ha," tuturnya.

Ia mengatakan pihak TNBTS masih melakukan penghitungan luas terdampak karhutla di Blok Krepelan di Desa Ranupani, sehingga pihaknya masih belum mengetahui luas hutan yang terbakar di sana karena masih dalam proses perhitungan dari pihak TNBTS.

"Tim regu siaga BPBD Kabupaten Lumajang bersama tim gabungan lainnya berangkat menuju area pembasahan di Blok Krepelan arah ke Ranupani dengan menggunakan alat jet shoter dan blower," katanya.

Ia mengatakan Tim TRC BPBD juga berpatroli monitoring kemungkinan titik api baru di jalur pendakian Gunung Semeru hingga pos 2 dan sudah tidak ditemukan titik api .

‎

Penanganan karhutla di Gunung Semeru melibatkan banyak pihak yakni TNBTS, Dalkar hutan Manggala Agni, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Lumajang, Polsek Senduro, Koramil Senduro, ABI Jatim di Lumajang, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Kementerian Kehutanan.

‎

Informasi yang dihimpun di lapangan, sejumlah daerah di Kabupaten Lumajang sudah mulai turun hujan di antaranya wilayah Kecamatan Pronojiwo, dan kawasan kota Lumajang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Melawan Antroposentrisme, A...

Belarus Anggap BRICS Bukan Tandingan PBB

50 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Belarus Anggap BRICS Bukan ...
Advertisement
Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.