DPRD DKI Sambut Baik Pemangkasan Biaya Layanan E-Commerce 50 Persen Bagi UMKM Lokal
📅 Senin, 07 Sep 2026, 18:25 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohHingga Agustus 2026, sebanyak 12,8 juta UMKM telah terdaftar dalam SAPA UMKM. Namun, dari jumlah tersebut baru 16.378 pelaku usaha yang telah memasang dan aktif menggunakan aplikasi tersebut.
Padahal, SAPA UMKM dirancang untuk menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai bentuk dukungan pemerintah. Fasilitas tersebut mencakup pelatihan, pembayaran bersubsidi maupun komersial, legalitas usaha, hingga akses menuju pasar global.
Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu memastikan proses digitalisasi UMKM tidak berhenti pada tahap pendaftaran. Pelaku usaha diharapkan benar-benar dapat memanfaatkan ekosistem digital untuk memperoleh manfaat ekonomi dan memperluas kegiatan usaha.
“Dukungan UMKM harus diikuti pembukaan pasar,” kata Nur Afni.
Sebaiknya Anda baca juga:
Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengoptimalkan belanja pemerintah untuk menyerap produk UMKM. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021, belanja pemerintah untuk produk dan jasa UMKM ditetapkan paling sedikit sebesar 40 persen.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat menciptakan pasar yang lebih luas bagi produk UMKM. Dengan adanya dukungan dari perdagangan digital dan belanja pemerintah, produk lokal memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau konsumen.
Selain memperkuat UMKM yang sudah berjalan, Kementerian UMKM juga menargetkan penciptaan 10 juta wirausaha baru melalui Program Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Produktif. Program tersebut juga diarahkan untuk membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemangkasan biaya layanan e-commerce diharapkan dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkuat posisi UMKM dalam rantai ekonomi digital. Insentif tersebut bukan hanya ditujukan untuk memberikan potongan biaya, tetapi juga mendorong peningkatan omzet, perluasan pasar, dan penguatan produk lokal.
Dengan semakin rendahnya biaya penggunaan platform digital, pelaku UMKM diharapkan dapat lebih optimal memanfaatkan e-commerce untuk menjangkau konsumen. Pada akhirnya, produk dalam negeri diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat kontribusi UMKM terhadap perekonomian.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!