Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasar Global Disikapi dengan Kualitas Produk

📅 Kamis, 03 Sep 2026, 03:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pasar Global Disikapi dengan Kualitas Produk Doc: RRI

JAKARTA – Peningkat­an kualitas produk ekspor sangat mendesak untuk me­nyambut pasar global. Untuk itu, Pemprov Jakarta membina 60 pelaku usaha untuk menghadapi persaing­an pasar global dengan meningkatkan produk.

“Kalau ingin masuk ke pasar global, UKM harus siap bersaing. Persaingannya sangat ketat, jadi bukan hanya produknya yang harus bagus, tetapi pelaku usahanya juga harus memahami pasar,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagang­an, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, Rabu.

Pelaku usaha tidak ha­nya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga harus memiliki pemahaman terhadap pasar, standar, perhitungan harga, dan biaya ekspor. Mereka juga mesti mampu bernegosiasi dengan calon pembeli.

Menurut Elisabeth, pe­laku usaha yang ingin me­ngembangkan pasar ke tingkat internasional perlu memahami berbagai aspek perdagangan ekspor. Ada penetapan harga, penghitungan biaya ekspor, prosedur dan dokumen perdagangan. Juga terkait negosiasi, kontrak dagang, logistik, strategi penjualan, dan penyusunan rencana bisnis ekspor.

“Kita tidak ingin UKM hanya siap menjual, tetapi belum mampu ketika berhadapan dengan  pembeli dari luar negeri. Karena itu, mereka perlu juga kesiap­an usaha,” ujarnya. Setelah mengikuti Bimtek, kata Elisabeth, peserta akan men­dapatkan pendam­ping­an sebelum mengikuti “Business Matching Ekspor” yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang.

Dari 60 peserta Bimtek, 40 di antaranya akan dipilih untuk dipertemukan secara langsung dengan calon pembeli potensial dari sejumlah negara. Dia mengingatkan, pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk me­ngetahui kebutuhan calon pembeli. Mereka perlu mengevaluasi produk dan membangun kerja sama.

“Ini pertama kalinya kita membuat rangkaian yang lengkap mulai dari bimtek. Kemudian pendampingan, sampai business matching. Jadi, ada proses untuk menyiapkan UKM. Lalu ada kesempatan untuk mempertemukan mereka dengan pembeli,” katanya.

Dia menilai persaingan di pasar internasional menuntut pelaku UKM untuk terus meningkatkan kualitas produk. Sebab mereka harus berhadapan dengan produk dari berbagai negara. Elisabeth berharap rangkaian pendamping­an dan “Business Matc­hing Ekspor” dapat menjadi langkah awal bagi lebih banyak UKM Jakarta untuk mengembangkan pasar internasional. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Akses permodalan UMKM melalui KUR

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

55 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.