Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD DKI Sambut Baik Pemangkasan Biaya Layanan E-Commerce 50 Persen Bagi UMKM Lokal

8 Senin, 07 Sep 2026, 18:25 WIB | Oleh:
DPRD DKI Sambut Baik Pemangkasan Biaya Layanan E-Commerce 50 Persen Bagi UMKM Lokal DPRD DKI Sambut Baik Pemangkasan Biaya Layanan E-Commerce 50 Persen Bagi UMKM Lokal Doc: DPRD DKI Jakarta
Ket. DPRD DKI Jakarta menyambut baik pengurangan biaya layanan karena dapat membantu meringankan beban UMKM yang memanfaatkan platform digital.

JAKARTA - Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menyiapkan insentif bagi pelaku UMKM yang memasarkan produk dalam negeri melalui platform e-commerce. Insentif tersebut berupa pemangkasan biaya layanan yang dibebankan platform hingga 50 persen.

Kebijakan ini menjadi salah satu langkah pemerintah untuk meningkatkan daya saing UMKM di tengah semakin besarnya peran perdagangan digital dalam aktivitas ekonomi. Dengan biaya layanan yang lebih rendah, pelaku usaha diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk mempertahankan margin sekaligus mengembangkan bisnis.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Syahroni mengatakan pengurangan biaya layanan dapat membantu meringankan beban UMKM yang memanfaatkan platform digital.

“Beban biaya UMKM di platform digital diharapkan semakin ringan,” ujar Syahroni, beberapa waktu lalu.

Saat ini, biaya layanan yang dikenakan sejumlah platform e-commerce berada di kisaran 10-18 persen. Apabila pemangkasan sebesar 50 persen diterapkan, beban biaya yang harus ditanggung pelaku UMKM diharapkan menjadi lebih ringan ketika menggunakan kanal digital untuk menjangkau konsumen.

Menurut Syahroni, kebijakan tersebut juga menunjukkan perubahan pendekatan pemerintah dalam mengembangkan UMKM. Penguatan sektor UMKM tidak lagi hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup pengembangan ekosistem digital, perluasan akses pasar, serta efisiensi biaya usaha.

Pembahasan kebijakan tersebut kini masuk pada tahap integrasi sistem melalui Sistem Aplikasi Pelayanan (SAPA) UMKM. Platform tersebut akan digunakan sebagai basis data sekaligus sarana untuk mengidentifikasi pelaku UMKM yang memenuhi persyaratan mendapatkan insentif.

“Integrasi sistem menjadi bagian penting agar insentif tepat sasaran,” kata Syahroni.

Sekretaris Kementerian UMKM Lolo Srinarta Ginting mengatakan sejumlah platform e-commerce telah menyatakan komitmen untuk menjalankan skema pemangkasan biaya tersebut. Namun, insentif tidak secara otomatis diberikan kepada seluruh penjual yang menggunakan platform digital.

Pelaku UMKM perlu melakukan pendaftaran melalui SAPA UMKM dan memenuhi sejumlah persyaratan. Adapun data yang perlu dilengkapi meliputi:

  • Identitas penjual
  • Nama produk
  • Keterangan bahwa produk merupakan 100 persen produk dalam negeri

Data yang disampaikan melalui sistem tersebut selanjutnya akan melalui proses verifikasi. Setelah memenuhi persyaratan, data akan diteruskan kepada platform e-commerce untuk menjalani proses kurasi produk.

“Platform memastikan produk yang dijual merupakan produk dalam negeri,” kata Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Nur Afni Sajim.

Setelah proses verifikasi dan kurasi dinyatakan terpenuhi, pengurangan biaya layanan sebesar 50 persen akan diterapkan secara otomatis. Pemerintah juga menyiapkan mekanisme rekonsiliasi dan mediasi apabila terdapat perbedaan data antara satu platform dengan platform lainnya.

Kebijakan pemangkasan biaya layanan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan keringanan biaya bagi pelaku UMKM. Pemerintah juga ingin mendorong pelaku usaha agar semakin terhubung dengan ekosistem ekonomi digital dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia.

Hingga Agustus 2026, sebanyak 12,8 juta UMKM telah terdaftar dalam SAPA UMKM. Namun, dari jumlah tersebut baru 16.378 pelaku usaha yang telah memasang dan aktif menggunakan aplikasi tersebut.

Padahal, SAPA UMKM dirancang untuk menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai bentuk dukungan pemerintah. Fasilitas tersebut mencakup pelatihan, pembayaran bersubsidi maupun komersial, legalitas usaha, hingga akses menuju pasar global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.