Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Gebuk 113 Pihak PMDK, Denda Tembus Rp104,63 Miliar!

📅 Senin, 07 Sep 2026, 19:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
OJK Gebuk 113 Pihak PMDK, Denda Tembus Rp104,63 Miliar! Doc: ANTARA/ HO-Ist
Ket. Ilustrasi- Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

JAKARTA – Perkembangan pasar modal, keuangan derivatif, dan bursa karbon (PMDK) yang semakin kompleks menuntut pengawasan lebih ketat dari regulator.

Pengawasan tidak hanya penting untuk menjaga stabilitas dan transparansi pasar, tetapi juga memastikan aktivitas perdagangan berjalan adil serta melindungi kepentingan investor.

Di tengah meningkatnya inovasi dan transaksi keuangan, penguatan pengawasan menjadi kunci untuk mencegah potensi risiko sekaligus menjaga kepercayaan terhadap ekosistem PMDK.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengenakan sanksi administratif atas pemeriksaan kasus bidang PMDK termasuk denda sebesar Rp104,63 miliar kepada 113 pihak sejak awal tahun hingga 31 Agustus 2026.

Selain itu, pada periode yang sama, OJK juga memberikan dua sanksi pencabutan izin, satu sanksi pembatalan surat tanda terdaftar (STTD), enam sanksi pembekuan izin, 13 sanksi peringatan tertulis, serta lima perintah tertulis.

“OJK terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di bidang pasar modal guna menjaga integritas, meningkatkan kepatuhan, dan juga menjaga kepercayaan masyarakat,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Agustus 2026 di Jakarta, Senin (7/9).

Secara umum, Hasan melaporkan bahwa pasar saham domestik melanjutkan arah penguatan pada Agustus 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.525,48 per akhir Agustus, meningkat 4,64 persen secara bulanan (month to month/mtm).

Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada Agustus 2026 ditutup pada level 440,04 atau naik 2,23 persen month to month.

Sementara kinerja industri pengelolaan investasi juga tetap terjaga baik pada bulan laporan. Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp652,88 triliun per 31 Agustus 2026 atau meningkat 0,05 persen month to month.

Pada kesempatan tersebut, dalam bidang pasar modal, Hasan turut melaporkan perkembangan penyusunan Rancangan POJK Pemegang Saham Bursa Efek atau Demutualisasi Bursa Efek.

Ia mengatakan, pembahasan RPOJK tersebut telah dilakukan dan telah diperoleh berbagai masukan dari para pemangku kepentingan (stakeholders) terkait.

Penyusunan RPOJK tersebut saat ini terus berproses sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Hasan menyampaikan, OJK berkomitmen untuk mengawal penyelesaiannya hingga dapat ditetapkan dan diimplementasikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam upaya menciptakan likuiditas dan mekanisme pembentukan harga yang wajar, OJK mendorong Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan penyesuaian peraturan dan persiapan implementasi batas minimum harga saham di pasar reguler dan tunai dari semula sebesar Rp50 menjadi hingga Rp1 per saham.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Melawan Antroposentrisme, A...

Belarus Anggap BRICS Bukan Tandingan PBB

49 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Belarus Anggap BRICS Bukan ...
Advertisement
Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.