Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peluang Kerja di Surabaya, Antara Pendidikan dan Keterampilan

📅 Minggu, 30 Agu 2026, 16:19 WIB | Oleh:
Peluang Kerja di Surabaya, Antara Pendidikan dan Keterampilan Doc: ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya
Ket. Ratusan pencari kerja memadati bursa kerja Job Fair 2026 di Surabaya, Jawa Timur belum lama ini. Pemkot Surabaya melalui Disperinaker terus memperluas akses penempatan kerja guna menekan angka pengangguran terbuka dengan target penyerapan 8.838 tenaga kerja baru sepanjang 2026.

SURABAYA -- Satu angka sering terasa menenangkan ketika berbicara tentang pengangguran. Di balik angka itu selalu ada manusia yang sedang mencari pekerjaan, keluarga yang menunggu penghasilan, dan harapan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Di Kota Surabaya, Jawa Timur, harapan tersebut sedang dihubungkan dengan berbagai peluang kerja. Hingga Juli 2026, sebanyak 5.120 tenaga kerja telah ditempatkan melalui sejumlah jalur.

Capaian itu penting, tetapi sekaligus menghadirkan pertanyaan yang lebih mendasar tentang mutu, kesesuaian, dan keberlanjutan pekerjaan yang tersedia.

Apakah mereka memperoleh pekerjaan yang sesuai keterampilan? Berapa banyak yang bekerja secara formal? Berapa lama pekerjaan itu bertahan? Dan seberapa besar peluang tersebut benar-benar dinikmati warga Surabaya?

Pemerintah Kota Surabaya menargetkan penyerapan 8.838 tenaga kerja baru sepanjang 2026 untuk membantu menurunkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari 4,84 persen pada 2025 menjadi 4,47 persen. Hingga Juli, realisasi penempatan mencapai 5.120 orang atau sekitar 58 persen dari target tahunan.

Jalur penempatannya cukup beragam. Rekrutmen reguler perusahaan menyerap 2.952 orang, Bursa Kerja Khusus di SMK dan perguruan tinggi 1.615 orang, penempatan ke luar negeri 166 orang, pelatihan dan sertifikasi 120 orang, lowongan melalui aplikasi ASSiK (Arek Suroboyo Siap Kerjo) 160 orang, serta bursa kerja 107 orang.

Komposisi itu memperlihatkan bahwa pasar kerja Surabaya tidak lagi ditopang satu pintu. Pemerintah berusaha menjadi penghubung antara pencari kerja, sekolah, perguruan tinggi, perusahaan, hingga peluang kerja di luar negeri.

Arah tersebut penting, sebab Surabaya memiliki pasar tenaga kerja yang besar. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angkatan kerja pada Agustus 2025 mencapai 1,64 juta orang. Tingkat partisipasi angkatan kerja berada pada 70,59 persen dan TPT 4,84 persen.

Namun, angka pengangguran yang menurun tidak otomatis berarti seluruh persoalan ketenagakerjaan selesai. Justru di sinilah pekerjaan berikutnya dimulai.

Mutu pekerjaan

Ada satu angka yang patut diperhatikan lebih dalam. Pada Agustus 2025, sebanyak 948 ribu pekerja atau 60,73 persen penduduk bekerja di Surabaya berada dalam kegiatan formal. Persentase itu justru turun 1,09 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.

Artinya, tantangan Surabaya bukan hanya membuka pintu masuk ke dunia kerja, tetapi juga memastikan pekerjaan yang tersedia semakin banyak berada dalam ekosistem kerja formal dan terlindungi.

Ini penting karena ukuran keberhasilan ketenagakerjaan mudah terjebak pada hitungan jumlah penempatan. Seseorang yang masuk pekerjaan sementara tentu berbeda kualitasnya dengan pekerja yang memperoleh kepastian hubungan kerja, perlindungan sosial, peningkatan keterampilan, dan jalur pengembangan karier.

Pemerintah kota mulai bergerak ke arah yang lebih konkret melalui proyek pembangunan yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hingga Agustus 2026, sebanyak 1.820 dari 3.048 pekerjaan konstruksi telah berkontrak. Proyek yang berjalan itu menyerap 884 tenaga kerja lokal ber-KTP Surabaya, dengan rencana tambahan 936 orang hingga akhir tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PT KAI Siapkan Transformasi 2030

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
PT KAI Siapkan Transformasi...
Megapolitan
PT KAI Siapkan Transformasi...

PLN Siap Salurkan Listrik dari PSEL Kota Bekasi

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
PLN Siap Salurkan Listrik d...
Megapolitan
Pemkot Bogor Tata Calon Lah...
Advertisement
Investor Masih Berbondong-bondong Antre Masuk KEK Kendal dan Batang, Ada Apa?

Investor Masih Berbondong-bondong Antre Masuk KEK Kendal dan Batang, Ada Apa?

30 Aug 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.