Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Desa Jadi Magnet Baru, Tren Cari Kerja di Jabar Berubah Arah

📅 Rabu, 06 Mei 2026, 18:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Desa Jadi Magnet Baru, Tren Cari Kerja di Jabar Berubah Arah Doc: ANTARA FOTO/ Adeng Bustomi
Ket. Ilustrasi-Peternak memeriksa suhu kandang ayam broiler berusia 11 hari di Dzeta Farm, Desa Margaluyu, Tasikmalaya, Jawa Barat.

BANDUNG – Tren mencari kerja yang mulai bergeser ke desa mencerminkan perubahan struktur ekonomi dan preferensi tenaga kerja.

Peningkatan konektivitas digital, berkembangnya sektor ekonomi lokal, serta dorongan program pemerintah seperti Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi membuat desa tidak lagi identik dengan keterbatasan peluang kerja.

Justru, muncul alternatif sumber penghasilan baru dari sektor pertanian modern, UMKM, hingga ekonomi kreatif berbasis lokal.

Dari sisi biaya hidup, desa menawarkan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan kota, sehingga tekanan finansial pekerja dapat berkurang.

Selain itu, fenomena kerja jarak jauh (remote working) memungkinkan sebagian tenaga kerja tetap terhubung dengan pasar yang lebih luas tanpa harus bermigrasi ke perkotaan. Hal ini mengurangi urbanisasi sekaligus mendorong pemerataan ekonomi.

Namun, pergeseran ini tetap menghadapi tantangan, terutama terkait kualitas infrastruktur, akses pasar, dan peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Tanpa penguatan pada aspek tersebut, potensi desa sebagai pusat pertumbuhan baru bisa terhambat. Dengan kata lain, tren ini membuka peluang, tetapi membutuhkan dukungan kebijakan yang konsisten agar berkelanjutan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mengungkapkan peta ketenagakerjaan Jawa Barat mengalami pergeseran paradigma dengan angka pengangguran termasuk di desa, kini tak lagi melulu dipandang sebagai rapor merah, melainkan sinyal aktifnya masyarakat desa dan perempuan dalam memburu peluang kerja di daerah asal.

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati di Bandung, Selasa (5/5) mengungkapkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jabar per Februari 2026 secara umum membaik dengan berada di angka 6,64 persen atau 1,79 juta orang, turun 0,1 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, di balik penurunan tipis tersebut, Ari memberikan sorotan menarik terkait fenomena meningkatnya pencari kerja di wilayah pedesaan yang kini mulai menahan laju urbanisasi ke pusat industri.

"Sekarang orang tidak sepenuhnya mencari pekerjaan ke kota. Mereka bertahan mencari pekerjaan di desa. Peningkatan pengangguran di pedesaan ini sebetulnya peluang dan potensi, artinya masyarakat pedesaan sudah mulai aktif di pasar kerja," ujar Ari.

Menurut dia, kenaikan TPT di desa tidak selalu berkonotasi negatif. Hal ini menandakan adanya lonjakan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), terutama dari kaum perempuan yang mulai keluar dari aktivitas rumah tangga untuk mencari pekerjaan atau merintis usaha baru di desa.

"TPT naik tidak selalu negatif. Artinya orang-orang yang aktif di pasar kerja meningkat, baik mencari pekerjaan maupun menyiapkan usaha baru," ucapnya.

Meski kondisi membaik dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 110,19 ribu orang dalam setahun terakhir, Ari memperingatkan tantangan besar berupa disparitas atau ketimpangan ekonomi antarwilayah di Jawa Barat yang masih lebar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.