Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Yogyakarta Gagas Tiap Keluarga Tak Mampu, Bisa Lahirkan Seorang Sarjana

📅 Senin, 21 Sep 2026, 17:47 WIB | Oleh:
Yogyakarta Gagas Tiap Keluarga Tak Mampu, Bisa Lahirkan Seorang Sarjana Doc: ist
Ket. sarjana

YOGYAKARTA - Orang miskin tak identik bodoh. Untuk itu, tiap keluarga tak mampu secara ekonomi harus dibantu agar melahirkan seorang sarjana. Inilah yang dgagas Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Pemkot menggagas Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana melalui pemberian Jaminan Pendidikan Daerah Perguruan Tinggi (JPD PT) bagi keluarga miskin Desil 1- 5 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Melalui program ini kami ingin mempertahankan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)  supaya tetap tinggi, itu harus dan rata-rata lama sekolah itu harus terus naik," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo usai sosialisasi Program JPD PT kepada lurah dan mantri pamong praja di Yogyakarta, Senin.

Sebelumnya JPD PT diberikan untuk keluarga miskin yang masuk dalam data Keluarga Sasaran Jaminan Sosial (KSJPS) Pemkot Yogyakarta, namun sasaran penerima diperluas hingga warga miskin Desil 1-5 untuk mendukung Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana.

Hasto mengatakan di Yogyakarta masih banyak orang yang harusnya bisa kuliah sarjana. Selama ini Pemkot Yogyakarta sudah memberikan JPD dari TK sampai jenjang SMA, termasuk untuk penyandang disabilitas.

"Maka kami harus mengamankan yang sarjana. Kalau kemarin kami  alokasikan anggaran JPD PT, kemudian anggaran itu hampir tidak terserap. Maka kami sweeping, saya suruh cari data orang-orang di Kota Yogyakarta yang kuliah tapi desilnya rendah," katanya.

Dari hasil pemetaan, lanjutnya, ditemukan sejumlah data nama dan alamat warga Yogyakarta yang berkuliah masuk dalam Desil 1-5, sehingga pemkot mengumpulkan lurah-lurah untuk mengejar warga yang kuliah tapi desilnya rendah tersebut.

Arahan Wali Kota juga termasuk mendata warga yang berpotensi untuk melanjutkan kuliah meskipun sambil bekerja, sehingga para lurah-lurah agar mendatangi, meneliti warga sekitar, dan menawarkan Program JPD PT tersebut.

"Ini supaya tidak berisiko drop out, dan lebih sukses lagi. Para lurah saya suruh cari orang-orang yang punya potensi kuliah meskipun sambil kerja. Meski sekarang kerjanya kasar, tapi lulus SLTA, kami bantu kuliah kalau dia tidak mampu. Karena anggaran sudah disediakan," katanya.

Ia menegaskan pendidikan menjadi kebutuhan dasar yang harus diperhatikan pemerintah, sehingga para lurah dan mantri pamong praja agar menyukseskan Program JPD PT dan Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana.

"Kalau kita ingin meningkatkan derajat pendidikan masyarakat atau kecerdasan suatu bangsa, maka hari ini yang kita lebih fokuskan pada pendidikan di tingkat lanjut," kata Hasto.

Untuk mendukung Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana, Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta Agus Trimadi mengatakanpihaknya telah menyiapkan data calon sasaran secara nama dan alamat telah dipetakan berdasarkan kelurahan.

Menurut dia, data tersebut dibagikan kepada masing-masing kelurahan untuk dicermati, diverifikasi, dan ditindaklanjuti bersama, termasuk membagikan poster informasi program kepada setiap RW melalui kelurahan, dengan prinsip yang dibangun adalah satu data, satu dashboard, dan satu rencana tindak lanjut.

"Keberhasilan Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana membutuhkan gerak bersama antara pemerintah kota, kemantren, kelurahan, perguruan tinggi, serta masyarakat," katanya.

Pihaknya berharap jangan sampai ada anak di Kota Yogyakarta yang mempunyai kemampuan dan keinginan untuk kuliah tetapi kehilangan kesempatan hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Daerah
Yogyakarta Gagas Tiap Kelua...
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.