Peluang Kerja di Surabaya, Antara Pendidikan dan Keterampilan
Minggu, 30 Agu 2026, 16:19 WIB | Oleh: SujarDi sektor investasi, penyerapan tenaga kerja juga menunjukkan angka yang signifikan. Sebanyak 368 perusahaan yang berinvestasi di Surabaya menyerap 32.718 pekerja. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 persen atau lebih dari 16 ribu pekerja merupakan warga ber-KTP Surabaya
Angka tersebut menunjukkan investasi memang dapat menjadi mesin penciptaan pekerjaan. Namun, data itu juga menghadirkan pekerjaan rumah. Jika pemerintah ingin memperbesar manfaat investasi, keterhubungan antara kebutuhan perusahaan dan kompetensi tenaga kerja lokal harus dibangun sejak awal.
Jangan sampai lapangan kerja tersedia, tetapi warga setempat tidak memenuhi persyaratan keterampilan yang dibutuhkan.
Jembatan keterampilan
Di sinilah pelatihan menjadi lebih dari sekadar program. Pemerintah Kota Surabaya menyebut sekitar 1.700 tenaga tukang telah memperoleh sertifikasi. Pelatihan juga diarahkan agar masyarakat tidak hanya menjadi pekerja, tetapi memiliki pilihan untuk mengembangkan usaha dan terhubung dengan pelaku industri.
Pendekatan semacam ini perlu diperluas. Pelatihan yang baik bukan yang menghasilkan banyak sertifikat, melainkan yang memiliki hubungan nyata dengan kebutuhan perusahaan atau pasar.
Surabaya juga perlu membaca struktur ekonominya. Data BPS Kota Surabaya menunjukkan 80,01 persen penduduk bekerja berada di sektor jasa dan 19,79 persen di sektor manufaktur pada Agustus 2025. Pada periode yang sama, sekitar 948 ribu orang atau 60,73 persen bekerja dalam kegiatan formal.
Dominasi jasa berarti kebijakan ketenagakerjaan perlu memberi perhatian besar pada bidang seperti perdagangan, akomodasi, makanan dan minuman, transportasi, teknologi informasi, pendidikan, kesehatan, dan jasa profesional.
Sementara itu, manufaktur tetap penting karena memiliki peluang menghasilkan pekerjaan dengan produktivitas dan keterampilan yang lebih tinggi.
Karena itu, pendidikan dan pelatihan semestinya tidak hanya mengikuti apa yang sedang tersedia, tetapi membaca ke mana ekonomi Surabaya bergerak.
Peran pemerintah adalah menjadi jembatan informasi. Sekolah dan kampus mengetahui lulusan yang tersedia. Dunia usaha mengetahui keterampilan yang dibutuhkan. Pemerintah memiliki data wilayah, pencari kerja, serta instrumen pelatihan. Ketiganya harus bertemu dalam satu ekosistem.
Data pencari kerja sendiri telah tersedia dalam Satu Data Surabaya hingga Juli 2026, dengan pembaruan menurut pendidikan dan periode bulanan. Basis data seperti itu dapat digunakan untuk memetakan kesenjangan antara lulusan, pencari kerja, dan kebutuhan pasar.
Pemerintah juga mulai memperluas pilihan melalui peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia. Jawa Timur memiliki target sekitar 26 ribu peluang, dan Surabaya berupaya mengambil bagian dengan sosialisasi hingga kecamatan serta pendampingan mengenai prosedur penempatan yang legal dan aman.
Peluang luar negeri tersebut penting, tetapi harus ditempatkan sebagai pilihan yang aman, bukan sekadar jalan keluar dari keterbatasan lapangan kerja di dalam kota.
Surabaya berhadapan dengan tantangan yang lebih besar daripada menurunkan satu angka pengangguran. Kota ini perlu memastikan pertumbuhan ekonomi menghasilkan pekerjaan yang produktif, terbuka bagi warga lokal, memberi ruang peningkatan keterampilan, dan memiliki perlindungan yang memadai.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!