Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uni Afrika Tolak Keras Campur Tangan Asing di Sudan

📅 Senin, 17 Agu 2026, 20:01 WIB | Oleh:
Uni Afrika Tolak Keras Campur Tangan Asing di Sudan Doc: AFP/Michele Spatari

KHARTOUM - Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika, Minggu (16/8), menolak campur tangan asing dalam urusan internal Sudan dan upaya pembentukan entitas atau pemerintahan tandingan yang dapat mengancam persatuan dan kedaulatan negara tersebut.

Sikap itu terungkap dalam pertemuan antara Ketua Dewan Kedaulatan Sudan, Abdel Fattah al-Burhan, dan delegasi Dewan Perdamaian dan Keamanan Uni Afrika yang dipimpin oleh diplomat Aljazair, Mohamed Khaled, di istana kepresidenan di ibu kota Khartoum, ungkap pernyataan dari Dewan Kedaulatan Transisi.

Khaled, yang menjabat sebagai ketua bergilir dewan tersebut, menyebut pertemuan itu "produktif" seraya menyatakan bahwa pertemuan itu membahas berbagai isu terkait perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Sudan.

Dia menegaskan kembali kecaman dewan terhadap segala bentuk campur tangan asing dalam urusan internal Sudan, seraya menyatakan bahwa intervensi semacam itu "memperparah konflik."

Khaled juga menegaskan penolakan dewan terhadap upaya pembentukan entitas atau pemerintahan tandingan yang dapat merusak persatuan dan kedaulatan Sudan.

"Satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian abadi di Sudan adalah melalui dialog, rekonsiliasi nasional, dan pencapaian penyelesaian politik komprehensif yang memenuhi aspirasi rakyat Sudan," katanya.

Dia menyambut baik langkah-langkah terkait inisiatif perdamaian dan kembalinya pemerintah untuk menjalankan tugasnya dari Khartoum, serta menyebut langkah tersebut sebagai hal yang "sangat penting" bagi pemulihan fungsi lembaga-lembaga negara dan penyediaan layanan dasar bagi warga.

Khaled mendesak pemerintah dan kekuatan politik untuk menjadikan proses transisi lebih inklusif serta berupaya mencapai konsensus nasional yang mengarah pada sistem konstitusional melalui pemilihan umum yang bebas dan adil.

Sebelumnya pada Minggu (16/8), Perdana Menteri Sudan Kamil Idris menyampaikan kepada delegasi dewan tersebut bahwa dialog antarpihak Sudan akan "segera dimulai."

Sudan telah dilanda perang sejak April 2023. Konflik bersenjata itu melibatkan tentara nasional dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF), akibat perselisihan mengenai rencana integrasi RSF ke dalam militer reguler.

Konflik itu telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan sekitar 13 juta orang mengungsi, menurut perkiraan PBB. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.