Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Literasi Keuangan di Era AI Perlu Diimbangi Pemahaman Risiko dan Keamanan Digital

📅 Senin, 21 Sep 2026, 17:50 WIB | Oleh:
Literasi Keuangan di Era AI Perlu Diimbangi Pemahaman Risiko dan Keamanan Digital Doc: Prudential Indonesia
Ket. Nuranisa Putri Matahari, Head of Community Investment Prudential Indonesia, saat memberikan pemaparan materi di rangkaian Program Smart Money, Healthy life, 20 Juli 2026. Literasi keuangan di era AI semakin penting. Prudential Indonesia dan GreatNusa mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan keuangan, perlindungan finansial, dan keamanan digital.

Jakarta—Kemudahan akses terhadap layanan keuangan digital berkembang pesat, tetapi kondisi tersebut belum sepenuhnya diikuti pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan, risiko, dan perlindungan finansial. Di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kebutuhan terhadap literasi finansial dan digital menjadi semakin penting.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) menunjukkan tingkat literasi perasuransian masyarakat Indonesia mencapai 45,45 persen pada 2025. Sementara itu, pada kelompok usia 15–17 tahun berdasarkan SNLIK 2026, tingkat inklusi keuangan telah mencapai 89,13 persen, sedangkan tingkat literasinya berada pada 56,04 persen.

Perbedaan antara tingkat akses dan pemahaman tersebut menunjukkan bahwa semakin mudahnya masyarakat menggunakan layanan keuangan belum selalu disertai kemampuan untuk memahami manfaat, risiko, maupun kebutuhan perlindungan keuangan.

Persoalan tersebut menjadi semakin kompleks seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital. Berdasarkan data yang dikutip dalam program edukasi Prudential Indonesia, sekitar 80 persen pengguna internet di Indonesia telah berinteraksi dengan AI setiap hari.

Tingginya penggunaan AI membuat kemampuan untuk menilai informasi, melakukan verifikasi, memahami risiko, dan menjaga keamanan data menjadi bagian penting dari kecakapan digital, termasuk ketika teknologi digunakan untuk membantu mengambil keputusan terkait keuangan.

Menggabungkan Literasi Finansial dan Digital

Melihat tantangan tersebut, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) bersama GreatNusa menyelenggarakan program Smart Money, Healthy Life. Program ini menggabungkan edukasi mengenai literasi keuangan, literasi asuransi, dan pemanfaatan teknologi digital.

Kegiatan tersebut ditujukan terutama bagi masyarakat usia produktif agar memiliki pemahaman mengenai pengelolaan keuangan sekaligus kemampuan menggunakan teknologi secara lebih aman dan bertanggung jawab.

Program Smart Money, Healthy Life berlangsung secara hibrida pada Juni hingga Agustus 2026. Kegiatan digelar di Kendari, Pontianak, Blitar, Medan, dan Jakarta Utara dengan memadukan pertemuan tatap muka dan pembelajaran daring.

Sepanjang rangkaian tersebut, program menjangkau lebih dari 2.100 peserta. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan keuangan pribadi, perencanaan keuangan jangka panjang, perlindungan finansial, serta pemanfaatan teknologi digital.

Pendekatan tersebut menempatkan literasi keuangan tidak hanya sebagai kemampuan mengatur pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga sebagai pemahaman mengenai bagaimana seseorang mempersiapkan diri menghadapi risiko finansial dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang dapat dipercaya.

Dari Pengetahuan Menjadi Kebiasaan

Bagi peserta, materi mengenai pengelolaan keuangan dan teknologi memberikan gambaran mengenai keterkaitan antara perencanaan keuangan, perlindungan terhadap risiko, dan penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Regina Hutapea, salah satu peserta dari Medan, mengatakan program tersebut membantunya memahami pentingnya perencanaan keuangan sekaligus penggunaan AI secara lebih bijak.

“Program Smart Money, Healthy Life memberikan wawasan yang sangat relevan dengan kebutuhan saya saat ini. Saya menjadi lebih memahami pentingnya mengelola keuangan secara terencana, menyiapkan proteksi untuk menghadapi risiko yang tidak terduga, serta memanfaatkan teknologi AI secara bijak untuk mendukung pekerjaan sehari-hari,” ujar Regina dalam keterangannya pada hari Senin (21/9).

Menurut dia, materi yang disampaikan juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun pekerjaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Daerah
Yogyakarta Gagas Tiap Kelua...
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.