Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain, Pemkot Yogyakarta Luncurkan Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana
📅 Senin, 21 Sep 2026, 17:38 WIB | Oleh: AlfredYOGYAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menginisiasi Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana dengan memperluas cakupan penerima Jaminan Pendidikan Daerah Perguruan Tinggi (JPD PT) hingga warga kategori Desil 1–5 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
"Melalui program ini kami ingin mempertahankan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) supaya tetap tinggi, itu harus dan rata-rata lama sekolah itu harus terus naik," kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo usai sosialisasi Program JPD PT kepada lurah dan mantri pamong praja di Yogyakarta, Senin (21/9).
Sebelumnya JPD PT diberikan untuk keluarga miskin yang masuk dalam data Keluarga Sasaran Jaminan Sosial (KSJPS) Pemkot Yogyakarta, namun sasaran penerima diperluas hingga warga miskin Desil 1-5 untuk mendukung Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana.
Hasto mengatakan di Yogyakarta masih banyak orang yang harusnya bisa kuliah sarjana. Selama ini Pemkot Yogyakarta sudah memberikan JPD dari TK sampai jenjang SMA, termasuk untuk penyandang disabilitas.
"Maka kami harus mengamankan yang sarjana. Kalau kemarin kami alokasikan anggaran JPD PT, kemudian anggaran itu hampir tidak terserap. Maka kami sweeping, saya suruh cari data orang-orang di Kota Yogyakarta yang kuliah tapi desilnya rendah," katanya.
Dari hasil pemetaan, lanjutnya, ditemukan sejumlah data nama dan alamat warga Yogyakarta yang berkuliah masuk dalam Desil 1-5, sehingga pemkot mengumpulkan lurah-lurah untuk mengejar warga yang kuliah tapi desilnya rendah tersebut.
Arahan Wali Kota juga termasuk mendata warga yang berpotensi untuk melanjutkan kuliah meskipun sambil bekerja, sehingga para lurah-lurah agar mendatangi, meneliti warga sekitar, dan menawarkan Program JPD PT tersebut.
"Ini supaya tidak berisiko drop out, dan lebih sukses lagi. Para lurah saya suruh cari orang-orang yang punya potensi kuliah meskipun sambil kerja. Meski sekarang kerjanya kasar, tapi lulus SLTA, kami bantu kuliah kalau dia tidak mampu. Karena anggaran sudah disediakan," katanya.
Ia menegaskan pendidikan menjadi kebutuhan dasar yang harus diperhatikan pemerintah, sehingga para lurah dan mantri pamong praja agar menyukseskan Program JPD PT dan Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana.
"Kalau kita ingin meningkatkan derajat pendidikan masyarakat atau kecerdasan suatu bangsa, maka hari ini yang kita lebih fokuskan pada pendidikan di tingkat lanjut," kata Hasto.
Untuk mendukung Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana, Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta Agus Trimadi mengatakanpihaknya telah menyiapkan data calon sasaran secara nama dan alamat telah dipetakan berdasarkan kelurahan.
Menurut dia, data tersebut dibagikan kepada masing-masing kelurahan untuk dicermati, diverifikasi, dan ditindaklanjuti bersama, termasuk membagikan poster informasi program kepada setiap RW melalui kelurahan, dengan prinsip yang dibangun adalah satu data, satu dashboard, dan satu rencana tindak lanjut.
"Keberhasilan Program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana membutuhkan gerak bersama antara pemerintah kota, kemantren, kelurahan, perguruan tinggi, serta masyarakat," katanya.
Pihaknya berharap jangan sampai ada anak di Kota Yogyakarta yang mempunyai kemampuan dan keinginan untuk kuliah tetapi kehilangan kesempatan hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!