Peluang Kerja di Surabaya, Antara Pendidikan dan Keterampilan
Minggu, 30 Agu 2026, 16:19 WIB | Oleh: SujarTPT Surabaya memang turun dari 4,91 persen pada 2024 menjadi 4,84 persen pada 2025. Namun, pada periode yang sama, proporsi pekerja dalam kegiatan formal turun menjadi 60,73 persen. Data itu menunjukkan bahwa tantangan ketenagakerjaan Surabaya bukan hanya menciptakan pekerjaan, tetapi juga memperkuat kualitas dan keberlanjutan pekerjaan
Karena itu, ukuran keberhasilan penyerapan tenaga kerja Surabaya sebaiknya diperluas. Bukan hanya berapa orang yang ditempatkan, tetapi juga berapa yang bertahan, berapa yang bekerja sesuai kompetensi, berapa yang masuk pekerjaan formal, dan berapa yang mampu meningkatkan pendapatannya.
Pemerintah sudah memiliki banyak instrumen. Bursa kerja, pelatihan, sertifikasi, proyek APBD, investasi, hingga peluang kerja luar negeri telah tersedia dalam satu rangkaian kebijakan.
Tugas berikutnya adalah memastikan semua pintu itu tidak berjalan sendiri-sendiri. Sebab, lapangan kerja bukan sekadar tempat seseorang memperoleh gaji. Ia adalah jalur seseorang membangun kemandirian, keluarga mempertahankan kesejahteraan, dan kota memastikan pertumbuhan ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat.
Surabaya tidak kekurangan peluang. Yang menentukan masa depan ketenagakerjaannya adalah seberapa baik peluang itu dipertemukan dengan keterampilan, dilindungi oleh sistem, dan diubah menjadi pekerjaan yang bertahan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!