Investor Menahan Diri, IHSG Hari Ini Melemah Menanti Sinyal BI
📅 Senin, 21 Sep 2026, 17:50 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pelemahan IHSG mencerminkan sikap investor yang cenderung menahan transaksi sambil mencermati hasil RDG Bank Indonesia (BI).
Strategi wait and see membuat pelaku pasar lebih selektif dalam mengambil posisi, terutama karena arah kebijakan suku bunga BI dapat memengaruhi ekspektasi terhadap likuiditas, arus modal, dan prospek pasar saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/9) sore ditutup melemah 56,43 poin atau 0,88 persen ke posisi 6.384,73 seiring pelaku pasar bersikap hati-hati wait and see pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada pekan ini.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,96 poin atau 0,93 persen ke posisi 634,29.
"Menariknya, keputusan BI diambil di tengah momentum The Fed, Europan Central Bank (ECB), dan Bank of Japan (BoJ) yang secara kompak menaikkan suku bunga untuk meredam lonjakan inflasi akibat krisis energi,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Dari dalam negeri, pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati menantikan respon BI dalam RDG pada 22-23 September 2026 pekan ini, setelah sebelumnya bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, Bank of Japan (BoJ), dan Europan Central Bank (ECB) telah menaikkan suku bunga acuannya 25 basis poin pada September 2026.
Sementara dari mancanegara, Nico menilai penguatan bursa kawasan Asia didukung tanda-tanda meningkatnya upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik dan memulihkan aliran energi di Timur Tengah.
Hal tersebut seiring dengan harga minyak dunia yang terus mengalami penurunan, dan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan terbukanya kemungkinan untuk bertemu dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Umum PBB, serta Trump mungkin juga akan bertemu dengan para pemimpin Teluk Persia lainnya.
Sedangkan, Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mendesak negara-negara Teluk untuk bekerja sama dalam memulihkan stabilitas di seluruh Kawasan.
Selanjutnya, pelaku pasar menilai bank sentral China (PBOC) akan mempertahankan suku bunga acuan pinjamannya tidak berubah untuk bulan ke-16 berturut-turut pada level terendah sepanjang masa. Sementara, suku bunga pinjaman utama (LPR) satu tahun dipertahankan di 3,0 persen, sementara LPR lima tahun dipertahankan di 3,5 persen.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 0,55 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor properti yang naik masing-masing sebesar 0,21 persen dan 0,01 persen.
Sedangkan delapan sektor melemah yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam sebesar 1,38 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor energi yang turun masing-masing sebesar 0,94 persen dan 0,93 persen.
Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu CSMI, TRUE, BBSS, JAWA, dan AGAR. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni FORU, KICI, JARR, FPNI dan DOOH.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!