Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Jadi Motor Utama, Sumba Timur Ubah Desa Jadi Magnet Wisata

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 18:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Jadi Motor Utama, Sumba Timur Ubah Desa Jadi Magnet Wisata Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Ket. Ilustrasi - Jejeran Bukit Tanarara sebagai salah satu andalan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, NTT. 

KUPANG – Pengembangan desa wisata berbasis masyarakat harus menempatkan warga lokal sebagai pelaku utama, bukan sekadar penonton.

Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan destinasi, UMKM, kuliner, budaya, hingga jasa wisata dapat menciptakan sumber pendapatan baru sekaligus menjaga identitas dan lingkungan desa.

Tantangannya, pemerintah perlu memastikan penguatan kapasitas SDM, kelembagaan, infrastruktur, dan pemasaran agar manfaat pariwisata tidak hanya meningkatkan kunjungan, tetapi benar-benar mengalir ke ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, memperkuat pengembangan desa wisata berbasis masyarakat untuk meningkatkan ekonomi warga dan kesejahteraan masyarakat desa.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur Yudi Umbu Rawambaku dihubungi dari Kupang, Rabu (26/8), mengatakan pengembangan desa wisata diarahkan pada model pariwisata yang melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sekaligus memanfaatkan potensi budaya, lingkungan, dan pengetahuan lokal.

"Desa wisata tidak hanya berbicara tentang destinasi, tetapi bagaimana masyarakat menjadi bagian utama dalam pengelolaannya sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh warga," katanya.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan pariwisata Sumba Timur berbasis masyarakat atau Community-Based Tourism (CBT) memadukan pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat, dan pengelolaan lingkungan.

Menurut dia, desa yang memiliki aset budaya khas, praktik tradisional, bentang alam, serta pengetahuan lokal dapat dikembangkan menjadi produk wisata yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

"Potensi yang dimiliki desa harus dikembangkan menjadi produk wisata yang memberikan manfaat ekonomi, tanpa menghilangkan budaya dan lingkungan yang menjadi kekuatan utama desa," ujarnya.

Ia menjelaskan Kabupaten Sumba Timur saat ini memiliki 14 desa wisata yang terbagi dalam tiga klasifikasi, yakni desa wisata alam, desa wisata budaya, dan desa wisata bahari.

Yudi mengatakan Pemkab Sumba Timur melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan juga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), perusahaan melalui program tanggung jawab sosial, badan usaha milik negara (BUMN), dan lembaga swadaya masyarakat (NGO).

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola desa wisata melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan.

"Kami membutuhkan kolaborasi lintas sektor karena pengembangan desa wisata tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Masyarakat, akademisi, dunia usaha, BUMN, dan NGO harus bergerak bersama," katanya.

Ia menyebut sejumlah kegiatan yang telah didorong antara lain peningkatan kualitas SDM desa wisata, pelatihan kreativitas dan kreasi perempuan untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga, serta edukasi peningkatan kualitas SDM perempuan dalam penanggulangan stunting dan gizi buruk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Luar Negeri
Media Luar Negeri Ramai Ber...
Ekonomi
Untuk Apa Negara Kucurkan D...

Dua Kampung Iklim Dijagokan Terima Penghargaan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dua Kampung Iklim Dijagokan...

Kantor Summarecon Terus Diubek-ubek KPK

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kantor Summarecon Terus Diu...
Advertisement
Kapal Induk Garibaldi Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya, Sebelumnya KRI Gajah Mada

Kapal Induk Garibaldi Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya, Sebelumnya KRI Gajah Mada

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.