Beras Fortifikasi Ditarik, Mendag Budi Santoso Pastikan Stok Beras Aman
📅 Kamis, 17 Sep 2026, 14:13 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, memastikan stok beras di ritel tetap aman di tengah proses penarikan produk dari 25 merek beras fortifikasi yang berdasarkan pengujian pemerintah tidak memenuhi standar kandungan gizi.
“Enggak (masalah), (stok) aman, aman,” kata Budi saat ditemui seusai rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Kamis (17/9).
Budi menyampaikan kepastian terkait ketersediaan beras di ritel menyusul penanganan terhadap beras fortifikasi.
Menurut dia, pasokan antara lain diperkuat melalui tambahan satu juta ton beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
“Bulog kan sudah menyampaikan untuk memasok satu juta ton SPHP berupa beras kita, waktu itu rapat di Kemenko Pangan. Jadi saya kira enggak ada masalah,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Mendag, pemerintah akan menjaga distribusi beras tersebut dengan terus berkoordinasi bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Pertanian.
“Ya salah satunya dari Bulog, distribusinya kita jaga. Nanti kita koordinasi terus dengan Bapanas dan juga dari Kementan,” ucapnya.
Budi mengatakan beras SPHP tersebut akan disalurkan melalui pasar modern dan pasar rakyat.
Kepastian stok itu disampaikan sehari setelah Bapanas menyatakan 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak memenuhi standar telah menghentikan produksi dan produknya dalam proses penarikan dari peredaran.
Hingga pekan pertama September, 12 merek telah menarik stok, sementara sisanya masih menjalani proses penarikan.
Bapanas juga menyebut 11 pelaku usaha pemegang 25 izin edar merek beras fortifikasi tersebut telah mendapat surat peringatan dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) dalam koordinasi Bapanas.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman pada Rabu (16/9) menyampaikan bahwa pengujian terhadap 27 merek beras yang beredar dengan klaim fortifikasi menunjukkan 25 merek tidak memenuhi standar kandungan gizi sebagaimana tercantum pada label kemasan.
Pemerintah melakukan pengujian sampel melalui empat laboratorium. Izin edar 25 merek yang tidak memenuhi persyaratan tersebut akan dicabut dan produknya ditarik dari peredaran sesuai ketentuan.
Adapun dugaan unsur pidana dalam perkara tersebut masih ditangani aparat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!