Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tragedi Banjir Nepal-Tiongkok, 1.446 Orang Tewas dan 6.669 Masih Hilang

4 Kamis, 17 Sep 2026, 12:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tragedi Banjir Nepal-Tiongkok, 1.446 Orang Tewas dan 6.669 Masih Hilang Tragedi Banjir Nepal-Tiongkok, 1.446 Orang Tewas dan 6.669 Masih Hilang Doc: AFP
Ket. Foto udara memperlihatkan rumah-rumah terendam lumpur setelah banjir bandang di Devighat, Kota Bidur, Distrik Nuwakot, Nepal, pada 27 Agustus 2026.

Kathmandu - Otoritas penanggulangan bencana Nepal pada Rabu (16/9) menyatakan jumlah orang yang dinyatakan hilang setelah banjir pada 26 Agustus meningkat tajam menjadi 6.150 orang, setelah dilakukan pendataan dan verifikasi di sejumlah distrik terdampak.

"Kami telah mengumpulkan data mengenai orang-orang yang hilang dari kantor distrik dan merevisi data tersebut setelah dilakukan verifikasi," kata juru bicara otoritas bencana Nepal, Shanti Mahat, kepada AFP.

Jumlah tersebut meningkat dari 5.179 orang yang dilaporkan hilang sehari sebelumnya.

Menurut badan penanggulangan bencana, sebanyak 1.403 jenazah telah ditemukan, dengan 105 di antaranya telah berhasil diidentifikasi.

Di seberang perbatasan, di Tiongkok, jumlah korban meninggal mencapai 43 orang, sementara 519 orang masih dinyatakan hilang, menurut media pemerintah setempat.

Dengan demikian, jumlah korban tewas dari kedua negara akibat bencana runtuhnya gunung gletser yang mematikan di perbatasan Nepal-Tiongkok mencapai 1.446 orang, sedangkan sedikitnya 6.669 orang masih dinyatakan hilang.

Beberapa ratus warga negara asing, termasuk wisatawan dan peziarah, juga termasuk dalam daftar orang yang hilang.

Besarnya banjir tersebut disebut belum pernah disaksikan warga sebelumnya. Pemerintah Nepal menilai dampak parah meningkatnya suhu global terhadap kawasan pegunungan Himalaya menjadi salah satu faktor yang memperburuk bencana.

Nepal merupakan negara yang sebagian besar penduduknya tinggal di wilayah pedesaan dengan populasi sekitar 30 juta jiwa. Kontribusi Nepal terhadap emisi gas rumah kaca global jauh lebih kecil dibandingkan negara-negara industri.

Perdana Menteri Balendra Shah dijadwalkan melakukan perjalanan luar negeri pertamanya sebagai pemimpin negara untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menyampaikan persoalan mendesak tersebut pada pekan depan.

Nepal memperkirakan biaya pembangunan kembali setelah banjir mematikan itu mencapai 4,78 miliar dollar AS.

Bencana tersebut terjadi pada 26 Agustus ketika sebuah gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, retak pada ketinggian 5.200 meter.

Retakan tersebut memicu longsoran es dan batu yang berubah menjadi aliran material berupa puing besar dan menerjang lembah-lembah di sepanjang perbatasan.

Air banjir dan tanah longsor menghancurkan distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Kavre di Nepal, serta Lembah Kathmandu. Bencana tersebut juga menimbun pos perbatasan Gyirong di Xizang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
Olahraga
Tanpa Lionel Messi, Ini Daf...
Megapolitan
Kerusakan Hidrologis Mengan...
Ekonomi
KSSK Sampaikan Kondisi Terk...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.