Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konsumsi Listrik RI Diprediksi Tumbuh 5,3% per Tahun, Pemerintah Siapkan Tambahan 69,5 GW di RUPTL

📅 Kamis, 17 Sep 2026, 12:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Konsumsi Listrik RI Diprediksi Tumbuh 5,3% per Tahun, Pemerintah Siapkan Tambahan 69,5 GW di RUPTL Doc: Antara
Ket. Konsumsi listrik nasional diproyeksikan terus ngegas di tengah gejolak energi global. Pemerintah memprediksi permintaan listrik di Indonesia tumbuh sekitar 5,3 persen per tahun

 TEXAS – Konsumsi listrik nasional diproyeksikan terus ngegas di tengah gejolak energi global. Pemerintah memprediksi permintaan listrik di Indonesia tumbuh sekitar 5,3 persen per tahun.

Proyeksi ini diungkap Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot saat menghadiri G20 Energy Abundance Ministerial Meeting di Houston, Texas, Amerika Serikat pada 14-16 September 2026.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 menargetkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt (GW).

“Pemerintah mendorong pengembangan 100 GWp Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel di sistem utama serta mengurangi penggunaan energi fosil,” kata Yuliot dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Kamis (17/9).

Yang menarik, dari total tambahan 69,5 GW tersebut, sebanyak 76 persen akan berasal dari energi baru terbarukan (EBT). Pengembangan ini membutuhkan investasi jumbo sekitar USD180 miliar dan membuka sekitar 73 persen kapasitas baru bagi produsen listrik independen (IPP).

“Kami telah membenahi iklim investasi di dalam negeri. Kami mempermudah prosedur berusaha,” ungkap Yuliot.

Meski kejar EBT, pemerintah mengakui batubara masih menjadi penopang utama pasokan listrik nasional saat ini.

Di forum G20, Yuliot menegaskan ketahanan energi harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara. Indonesia sendiri tetap berkomitmen mendorong transisi energi yang berkeadilan menuju Net Zero Emissions pada 2060 atau lebih cepat.

“Indonesia mendukung hak berdaulat setiap negara untuk menentukan jalur energinya berdasarkan kondisi nasionalnya,” tegas Yuliot.

Selain sektor listrik, pemerintah juga memperkuat ketahanan energi dari sisi BBM. Saat ini konsumsi BBM mencapai 1,6 juta barel per hari sementara produksi domestik baru 600 ribu barel. Pemerintah menargetkan produksi 1 juta barel per hari dan membuka 118 wilayah kerja migas.

Diversifikasi juga dilakukan lewat program B50, yaitu solar campur bahan bakar nabati 50 persen, yang diklaim mampu substitusi impor solar 310 ribu barel per hari dan hemat hampir USD10 miliar per tahun.

“Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menjalankan program B50,” pungkas Yuliot.

Yuliot berharap G20 tetap memberi perhatian pada transisi energi yang seimbang antara ketahanan, keterjangkauan, aksesibilitas, dan keberlanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
BMKG: Sebanyak 42 Gempa Bum...
Megapolitan
Kekeringan Ancam Sawah Selu...

PVMBG: Gunung Semeru Erupsi Lagi

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
PVMBG: Gunung Semeru Erupsi...

The Fed Naikkan Suku Bunga

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
The Fed Naikkan Suku Bunga
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.