Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Seekor Gajah Jinak Mati di Riau akibat Gangguan Pencernaan

25 Kamis, 17 Sep 2026, 12:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Seekor Gajah Jinak Mati di Riau akibat Gangguan Pencernaan Seekor Gajah Jinak Mati di Riau akibat Gangguan Pencernaan Doc: ANTARA
Ket. Kondisi Gajah Diego yang ditemukan mati di PLG Minas akibat gangguan saluran pencernaan.

PEKANBARU – Seekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) jinak bernama Diego, berusia 17 tahun, mati di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, akibat gangguan saluran pencernaan pada Rabu (16/9) siang setelah dirawat intensif selama beberapa hari.

Pelaksana Harian Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Ujang Holisudin menjelaskan gejala sakit mulai terlihat pada 10 September 2026. Diego mengalami penurunan kondisi kesehatan dengan kotoran cair dan nafsu makan berkurang.

"Tim medis BBKSDA Riau segera melakukan pemeriksaan dan dalam diagnosa awal gajah mengalami cacingan karena ditemukan beberapa cacing dalam kotoran yang dikeluarkan," katanya di Pekanbaru, Kamis (17/9).

Selanjutnya, tim melakukan pemberian obat antibiotik, antiradang antiinflamasi, dan pemberian obat cacing. Setelah beberapa hari pengobatan secara intensif Diego mulai meningkat nafsu makan dan kotoran sudah berbentuk serta pengobatan terus dilakukan sampai kondisi gajah itu terus membaik.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan feses di Laboratorium PPS Yayasan Arsari Djodjohadikusumo di Pekanbaru dan dinyatakan negatif dari cacing. Namun pada Selasa (15/9) Diego dilaporkan kembali oleh mahout-nya dalam kondisi sakit.

"Gejala klinis tidak mau makan sama sekali, diare dengan frekuensi sering dengan bentuk hanya cairan yang keluar, dan kondisi fisik sangat lemah. Aktivitas minum sangat minim, dimana minum pagi hari lima tegukan, siang hari ketika mau diberi obat tiga tegukan, sore ketika dimandikan satu tegukan," ungkapnya.

Tim medis BBKSDA Riau kemudian segera melakukan pengobatan dengan pemberian cairan infus, obat-obatan supportif (vitamin) dan antiradang serta antiinflamasi. Kemudian dilakukan pengambilan sampel berupa feses untuk dilakukan pemeriksaan parasit.

Setelah itu pada Rabu (16/9) kembali dilakukan pengobatan lanjutan pengambilan sampel darah dan pemberian cairan infus serta obat-obatan lain. Malangnya kondisi gajah Diego tiba tiba terduduk dan tumbang, tidak lama berselang tanda-tanda vital hilang dan dinyatakan dalam kondisi mati pada pukul 12.00 WIB.

"Berdasarkan hasil bedah bangkai (nekropsi) penyebab kematian diduga akibat infeksi saluran pencernaan yang bersifat kronis. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan, Individu Gajah Diego dikubur sesuai prosedur yang berlaku," sebutnya.

Gajah Diego merupakan gajah jinak jantan berusia sekitar 17 tahun yang lahir pada tanggal 3 September 2009 dan dibesarkan di PLG Minas dari induk betina Vera dan induk jantan Reno. Diego merupakan salah satu gajah binaan yang berperan dalam menyambut para pengunjung di PLG Minas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Sayang Sekali, Leo/Daniel K...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.