Bukan sekadar Kain Hiasan, Wastra Ecoprint Flora Benuanta, Rekam Jejak Keanekaragaman Hayati Kalimantan, Sebuah Keindahan Tanpa Duplikat
📅 Selasa, 25 Agu 2026, 22:59 WIB | Oleh: OpikRahmawati mendorong perajin untuk mulai mengenal standar mutu dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), supaya produk wastra Kaltara punya jaminan kualitas yang diakui secara nasional, bukan sekadar bagus di mata sendiri.
Terkait perkembangan ecoprint di Kaltara, Ketua Dekranasda mengatakan menarik karena sejalan dengan isu keberlanjutan yang semakin jadi, dimana tuntutan pasar global.
Apalagi Kaltara adalah provinsi dengan kekayaan hutan tropis dan keanekaragaman hayati yang luar biasa, jadi bahan bakunya sebetulnya melimpah di depan mata yakni daun, bunga, kulit kayu lokal yang bisa dieksplorasi jadi motif ecoprint yang unik dan tidak dimiliki daerah lain.
Menurutnya saat ini perlu adanya riset motif berbasis flora endemik Kaltara, agar karya ecoprint akan lebih punya nilai jual dan cerita kalau motifnya diambil dari tanaman khas Kaltara, bukan sekedar meniru motif ecoprint daerah lain seperti Jawa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian pelatihan teknik yang konsisten, terutama untuk kelompok ibu-ibu PKK dan UMKM perempuan, karena ecoprint terbukti di banyak daerah lain mampu memberdayakan perempuan secara ekonomi dengan modal dan alat yang relatif sederhana.
Serta standarisasi teknik pewarnaan dan fiksasi alami, supaya hasil cetakan pada kain tahan lama dan tidak cepat pudar, ini sering jadi kelemahan produk ecoprint pemula.
“Perlu pengembangan produk turunan, tidak hanya kain lembaran, tapi diarahkan menjadi produk siap pakai seperti kemeja, outer, tas, hingga aksesoris interior, agar lebih mudah dipasarkan ke segmen anak muda dan wisatawan,” kata Rahmawati.
Dia mengatakan narasi keberlanjutan sebagai nilai jual utama. Karena ecoprint ramah lingkungan ini, bisa jadi diferensiasi Kaltara di pasar nasional maupun ekspor yang saat ini makin peduli produk eco-friendly dan slow fashion.
Sinergi dengan sektor pariwisata dan kawasan konservasi di Kaltara, misalnya menjadikan workshop ecoprint sebagai bagian dari paket wisata edukatif di kawasan-kawasan yang sedang dikembangkan.
Menurutnya kalau ini digarap serius, ecoprint bisa jadi salah satu diferensiator wastra Kaltara di kancah nasional, bukan sekadar mengikuti tren, tapi benar-benar merepresentasikan kekayaan alam Kaltara.
“Sebagai anggota DPR RI dari dapil Kaltara, ini yang terus saya kawal lewat forum-forum rapat kerja dengan mitra kerja Komisi VII maupun kementerian/lembaga lain, bagaimana mendorong agar dukungan untuk perajin wastra ini terstruktur dan berkelanjutan, bukan sekadar seremonial festival tahunan,” katanya.
Rahmawati juga mengakui peran Bank Indonesia Perwakilan Kaltara sudah cukup aktif belakangan ini. Beberapa hal konkret yang BI Kaltara lakukan mendorong UMKM naik kelas melalui digitalisasi, akses pembiayaan, dan business matching dengan lembaga keuangan.
Ada fokus khusus pada pengembangan tekstil kerajinan lokal, penguatan desain produk, pendampingan, sampai akses pasar untuk meningkatkan daya saing. BI juga mendorong orientasi ekspor, mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli internasional, katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!