Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan sekadar Kain Hiasan, Wastra Ecoprint Flora Benuanta, Rekam Jejak Keanekaragaman Hayati Kalimantan, Sebuah Keindahan Tanpa Duplikat

📅 Selasa, 25 Agu 2026, 22:59 WIB | Oleh:

Dijelaskannya untuk teknik pembuatan ecoprint ada tiga teknik yakni dengan founding atau diketok daunnya tanpa dikukus, kemudian dikukus dan dikukus dengan ada transfer warna.

Setiap daun memiliki ukuran, tulang daun serta menghasilkan warna yang berbeda satu dengan yang lain, walaupun dari satu jenis flora atau tumbuhan yang sama.

Hal ini yang menjadi ciri eksklusif dari karya ecoprint, dimana satu helai kain menghasilkan satu karya tanpa ada yang sama atau duplikatnya.

Chelsea yang merupakan Ketua Asosiasi Ecoprint Indonesia untuk wilayah Kalimantan dan Koordinator Ecoprint Kaltara mengatakan hasil karya ecoprint yang dibuatnya berasal dari tumbuhan di sekitarnya yang kebanyakan hasil menanam sendiri.

Terutama tanaman endemis Kalimantan yang tidak terdapat di daerah lain, seperti ilalang yang menghasilkan warna merah dan navy.

Chelsea yang menekuni seni ecoprint mulai tahun 2020, dimana kebanyakan dalam karya seni ecoprint yang dihasilkan dikombinasikan dengan motif etnik Dayak untuk memberikan ciri khasnya.

Satu kain, satu karya tanpa ada yang sama, bahkan jika menggunakan daun dari pohon yang sama dan dikukus di dalam dandang yang sama, cuaca, kelembapan udara, dan kadar air daun tetap akan melukiskan detail yang berbeda.

Wastra ecoprint flora Benuanta ini bukan sekadar kain hiasan, melainkan rekaman jejak keanekaragaman hayati Kalimantan adalah sebuah keindahan tanpa duplikat, yang tak akan pernah terulang.

20260825225756_2.jpg

Wastra ecoprint karya perajin dari Tarakan, Agatha Chelsia Fange (58) dengan merek dagang Marco Handmade. (Antara/Susylo Asmalyah)

KPwBI Kaltara melakukan pembinaan

Setelah finishing selesai wastra hasil jejak flora Benuanta ini siap dipasarkan, dimana Chelsea saat ini banyak menjual syal dengan dua ukuran 40x175 sentimeter dengan harga Rp125 ribu perhelai dan ukuran 60X200 sentimeter dengan harga Rp180 ribu permeter.

“Saya biasa menjual di toko saya dan di media sosial Instagram dengan akun marcohandmadetrk,” katanya. Kebanyakan pembeli yang datang ke tokonya menggunakan pembayaran digital QRIS.

Selain membuat syal dengan dua ukuran, Chelsea juga membuat vest dari wastra ecoprint dengan harga jual Rp350 ribu perpotong. Saat ini, omzet penjualan dari wastra ecoprint sekitar Rp35 juta perbulan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Olahraga
Janice Tjen Melaju ke Babak...
Program Berani Berdering, Bebaskan 150 Desa di Sulteng dari "Blank Spot" Internet Bantu Pelaku UMKM Perluas Pasar "e-commerce"

Program Berani Berdering, Bebaskan 150 Desa di Sulteng dari "Blank Spot" Internet Bantu Pelaku UMKM Perluas Pasar "e-commerce"

25 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.