Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

11 Titik Panas Terpantau, Tim Gabungan Intensifkan Pemadaman dan Pendinginan

2 Selasa, 25 Agu 2026, 14:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
11 Titik Panas Terpantau, Tim Gabungan Intensifkan Pemadaman dan Pendinginan 11 Titik Panas Terpantau, Tim Gabungan Intensifkan Pemadaman dan Pendinginan Doc: ANTARA
Ket. Tim gabungan intensif melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran lahan di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, Selasa (25/8).

SINGKAWANG – Tim gabungan mengintensifkan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar), menyusul terpantau 11 titik panas (hotspot) di wilayah tersebut.

Kapolsek Singkawang Selatan Iptu Dian Edi Sarwono mengatakan personel Polsek Singkawang Selatan bersama TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, dan masyarakat, masih dikerahkan ke sejumlah lokasi untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas.

"Di wilayah hukum Polsek Singkawang Selatan sudah terpantau sebanyak 11 titik panas. Sebagian besar titik tersebut berada di Kelurahan Pangmilang," kata Dian Edi Sarwono, di Singkawang, Selasa (25/8).

Ia menjelaskan proses pemadaman terus dilakukan secara intensif karena kondisi lahan yang kering dan hembusan angin di sejumlah lokasi berpotensi mempercepat penyebaran api.

Selain memadamkan kobaran api, petugas juga melakukan pendinginan pada area yang telah terbakar guna memastikan tidak terdapat bara yang dapat memicu munculnya api kembali.

"Di samping melakukan pemadaman, kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk sementara ini jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Karena hal tersebut dapat berpotensi terjadi kebakaran lahan yang akibatnya dapat menimbulkan kabut asap sehingga mengganggu pernapasan," ujarnya.

Menurut Dian, keterlibatan masyarakat sangat diperlukan dalam penanganan karhutla, terutama dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.

Petugas juga terus melakukan pemantauan terhadap lokasi yang telah dipadamkan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api akibat bara yang masih tersisa di dalam lahan.

Dian mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan selama kondisi cuaca masih kering. Pembakaran yang tidak terkendali dapat dengan cepat meluas dan berdampak terhadap kualitas udara serta kesehatan warga.

"Kami memahami kebutuhan masyarakat dalam mengelola lahan, namun mari kita cari cara lain yang lebih aman dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain," katanya.

Pihaknya bersama instansi terkait akan meningkatkan patroli dan sosialisasi di kawasan rawan karhutla sebagai langkah pencegahan.

Masyarakat yang menemukan titik api juga diminta segera melapor kepada kepolisian, BPBD, atau aparat kelurahan agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat sebelum api meluas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.