Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!
📅 Minggu, 23 Agu 2026, 17:45 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pesawat listrik bertenaga baterai terbesar di dunia, X1, resmi menyelesaikan penerbangan perdananya di New York, Amerika Serikat. Pesawat eksperimental yang dikembangkan perusahaan rintisan asal Swedia, Heart Aerospace, tersebut terbang selama 27 menit dengan seluruh perjalanan ditenagai menggunakan baterai.
X1 lepas landas dari Bandara Internasional Plattsburgh pada Rabu (12/8/2026). Dalam penerbangan perdananya, pesawat tersebut berhasil mencapai ketinggian sekitar 335 meter di atas permukaan tanah sebelum kembali mendarat.
Heart Aerospace menyebut penerbangan tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan teknologi pesawat listrik untuk kebutuhan penerbangan komersial. Perusahaan mengklaim seluruh perjalanan X1 hanya membutuhkan energi listrik senilai sekitar 5 dolar AS atau setara Rp88 ribu.
“Dengan penerbangan perdana X1, Heart Aerospace telah mendemonstrasikan penerbangan listrik dalam skala pesawat komersial,” kata CEO Heart Aerospace, Anders Forslund, dalam pernyataannya pada Kamis (13/8/2026).
Menurut Forslund, teknologi pesawat listrik berpotensi mengubah struktur biaya dalam industri penerbangan. Penggunaan tenaga listrik dinilai dapat membantu maskapai mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar konvensional yang harganya dapat berfluktuasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ini adalah visi kami untuk membuat perjalanan udara lebih terjangkau, lebih sering, dan lebih ramah lingkungan,” ujar Forslund.
Selain menawarkan potensi penghematan biaya, pengembangan pesawat listrik juga diarahkan untuk mengurangi emisi karbon dari sektor penerbangan. Industri penerbangan selama ini menjadi salah satu sektor yang berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca dan perubahan iklim.
Teknologi pesawat listrik dinilai menjadi salah satu alternatif dalam proses transisi energi di industri penerbangan. Pengembangan tersebut semakin mendapat perhatian di tengah meningkatnya biaya bahan bakar dan dorongan global untuk mengurangi penggunaan energi berbasis fosil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sisi spesifikasi, X1 memiliki bentang sayap sepanjang 32,3 meter. Pesawat tersebut juga mampu menopang berat lepas landas maksimum hingga 11.339 kilogram.
X1 dikembangkan sebagai pesawat eksperimental untuk menguji dan menyempurnakan berbagai teknologi yang akan digunakan pada pesawat listrik generasi berikutnya. Heart Aerospace menjadikan X1 sebagai bagian dari pengembangan model ES-30 yang direncanakan menjadi pesawat listrik komersial.
ES-30 nantinya diproyeksikan dapat membawa penumpang dan ditargetkan mulai memasuki layanan komersial pada 2031. Pengembangan pesawat tersebut saat ini dilakukan di Los Angeles, Amerika Serikat, dengan penerbangan perdana dijadwalkan berlangsung pada 2028.
Keberhasilan penerbangan perdana X1 menjadi salah satu tahapan penting sebelum teknologi tersebut dikembangkan dalam skala yang lebih besar. Data dari penerbangan uji coba akan digunakan untuk mengevaluasi performa pesawat dan pengembangan sistem untuk ES-30.
Proyek pesawat listrik Heart Aerospace juga mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan penerbangan besar. Air Canada dan United Airlines menjadi dua maskapai yang memberikan dukungan terhadap pengembangan pesawat listrik tersebut.
Kedua maskapai menyatakan ketertarikannya untuk menggunakan ES-30 sebagai bagian dari armada mereka apabila pengembangan dan pengujian pesawat tersebut berjalan sesuai rencana. Dukungan dari maskapai besar tersebut menjadi sinyal bahwa teknologi pesawat listrik mulai dilirik sebagai bagian dari masa depan industri penerbangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!