Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB Gelar Rakortek PB 2026, Dorong Penguatan Penanganan Bencana Nasional

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 09:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPB Gelar Rakortek PB 2026, Dorong Penguatan Penanganan Bencana Nasional Doc: ANTARA
Ket. Helikopter Sikorsky UH-60L beregistrasi VH-L6T milik BNPB menumpahkan air untuk memadamkan kebakaran di TPA Rasau Jaya di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (6/8/2026).

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Rapat Koordinasi Teknis Penanggulangan Bencana (Rakortek PB) 2026 untuk mendorong penguatan program penanggulangan bencana yang lebih tepat sasaran serta terintegrasi. 

Pelaksana harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dodi Yuleova di Jakarta, Selasa (11/8), mengatakan Rakortek PB yang berlangsung pada 10-13 Agustus di Kota Bogor, Jawa Barat tersebut menjadi forum strategis memperkuat sinkronisasi program pusat dan daerah.  

"Forum ini diikuti oleh jajaran BPBD dan Bappeda provinsi se-Indonesia serta unit kerja BNPB guna mendorong penanganan bencana yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan," kata dia.

Dia menjelaskan bahwa salah satu fokus utama pada hari pertama forum tersebut adalah pembahasan mendalam mengenai evaluasi dan pengalaman penanganan bencana banjir bandang-tanah longsor karena Siklon Senyar di Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.   

Pembelajaran dari penanganan Siklon Senyar di kawasan tersebut dijadikan studi kasus penting untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi ancaman bencana ber-dampak luas dan kompleks di masa mendatang.  

Guna memperkaya wawasan peserta, sesi praktik menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi kebencanaan di antaranya Dody Ruswandi, Fajar Setiawan, Muhammad Diharmasyah, serta Kalaksa BPBD Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto.  

Dodi menegaskan bahwa setiap wilayah di Indonesia memiliki karakteristik risiko serta kapasitas kebencanaan yang berbeda-beda, sehingga sinergi dan perbandingan praktik baik antar-pemerintah daerah sangat krusial.

"Pengalaman penanganan bencana di suatu daerah dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain, sekaligus menjadi dasar untuk memperkuat perencanaan dan program penanggulangan bencana," kata dia, seraya berharap melalui Rakortek PB 2026 ini, seluruh BPBD dan Bappeda dapat menyusun rencana aksi mitigasi yang lebih terukur, presisi, dan sesuai dengan ancaman risiko geologis maupun hidrometeorologi di wilayah masing-masing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Daerah
Pemkab Bandung Segera Milik...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Menkeu: Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027

Menkeu: Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.