Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jutaan Orang Ramai-ramai Ingin Pindak ke Amerika, Ada Apa?

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 12:59 WIB | Oleh:
Jutaan Orang Ramai-ramai Ingin Pindak ke Amerika, Ada Apa? Doc: ant
Ket. amerika bersiaga

WASHINGTON -  Jutaan manusia ingin masuk ke Amerika Serikat. Jumlahnya mencapai 7,5 juta orang. Mengapa demikian? Ada apa di negeri paman sam? Oooo…ternyata ini terjadi karena lambatnya proses imigrasi Amerika Serikat, sehingga menyebabkan penumpukan permohonan mencapai rekor tertinggi, yakni 7,5 juta permohonan kewarganegaraan, kartu hijau, dan izin kerja.

Menurut laporan Axios, Kamis (6/8), mengutip Layanan Imigrasi dan Kewarganegaraan Amerika Serikat (USCIS),  jumlah permohonan imigrasi yang tertunda secara keseluruhan melebihi 12 juta permohonan.

Di antara dokumen-dokumen permohonan itu, ada yang merupakan milik para imigran yang sedang menunggu keputusan terkait suaka, visa kerja, dan pembebasan sementara atas dasar kemanusiaan.

Axios juga melaporkan penundaan tersebut telah membuat jutaan imigran terjebak dalam ketidakpastian hukum, yang dapat membuat mereka terancam ditahan oleh Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) serta dideportasi meskipun telah memenuhi persyaratan untuk tinggal secara sah di AS.

Laporan tersebut menambahkan bahwa pejabat AS mengaitkan lambatnya proses imigrasi tersebut disebabkan oleh prosedur peninjauan permohonan yang lebih ketat.

Mantan analis kebijakan USCIS, Sarah Pierce, mengatakan pihak berwenang AS sengaja memperlambat proses persetujuan permohonan untuk meningkatkan jumlah penahanan dan deportasi imigran, sebut laporan Axios.

Lebih dari 5,6 juta orang dilaporkan telah menunggu selama enam bulan lebih untuk mendapat keputusan terkait enam kategori manfaat imigrasi utama, termasuk kewarganegaraan, izin tinggal permanen, dan izin kerja.

Selama dua tahun terakhir, rata-rata waktu yang diperlukan untuk memproses permohonan kewarganegaraan telah meningkat dari lima bulan menjadi sekitar 20 bulan, ungkap laporan Axios tersebut.

Menurut catatan media, pada hari pelantikannya sebagai presiden ke-47 AS, Donald Trump berjanji menghentikan imigrasi ilegal dan memulai deportasi massal.

Trump juga mengumumkan keadaan darurat nasional untuk menangani krisis perbatasan di AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Nasional
PPI Apresiasi Polda Metro J...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.