Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penajam Paser Utara Genjot Produksi Padi lewat Brigade Pangan dan PM-AAS.

📅 Senin, 10 Agu 2026, 16:34 WIB | Oleh:
Penajam Paser Utara Genjot Produksi Padi lewat Brigade Pangan dan PM-AAS. Doc: Antara Foto
Ket. Lahan persawahan di salah satu wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), menggerakkan Brigade Pangan melakukan penerapan pertanian modern-advanced agriculture system (PM-AAS) sebagai upaya meningkatkan produksi tanaman padi di kabupaten setempat.

"Pemerintah kabupaten mulai menerapkan PM-AAS pada musim tanam padi tahun ini," ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Gunawan ketika ditanya menyangkut pertanian modern di Penajam Paser Utara, Jumat. 

Ia mengatakan penerapan metode PM-AAS tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil panen pada setiap satu hektare lahan pertanian tanaman padi atau sawah yang dikelola petani di Kabupaten Penajam Paser Utara.

"Diharapkan dengan metode itu hasil panen petani minimal sekitar lima ton per hektare, selama ini hasil panen petani kisaran 3-4 ton per hektare," ujar dia. 

"Pada penerapan awal metode PM-AAS digerakkan 18 Brigade Pangan untuk menjadi percontohan bagi petani lainnya," katanya menambahkan.

Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki 29 Brigade Pangan, setiap Brigade Pangan beranggotakan 15 orang petani dibekali dibekali peralatan dan mesin pertanian modern yang dapat membantu petani menerapkan pertanian modern.

Metode PM-AAS salah satu inovasi modernisasi pertanian yang diterapkan tersebut digagas Kementerian Pertanian (Kementan), yang merupakan gabungan sistem tanam padi tabur langsung (tabela) dengan jajar legowo.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa metode PM-AAS membutuhkan benih padi yang lebih banyak dibandingkan sistem tanam tabela dan jajar legowo sehingga berpotensi meningkatkan hasil panen, kata dia, tetapi tidak membutuhkan banyak tenaga kerja, satu hektare sawah bisa ditangani satu orang menghemat ongkos tanam.

Uji coba penerapan PM-AAS tersebut dilakukan di Kecamatan Babulu di atas lahan persawahan dengan luas 893 hektare, kata Gunawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...

Pembalap Asal Sleman Kiandra Ramadhipa Berakhir di Nomor 6

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pembalap Asal Sleman Kiandr...
Luar Negeri
Argentina Ancam Sanksi Proy...

Utusan AS Berunding dengan Zelenskyy

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Utusan AS Berunding dengan ...
Megapolitan
Jadikan Jakarta Simpul Kopi...
Megapolitan
Dinas Kesehatan Tangerang S...
Advertisement
1.558 Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, 170.000 Penumpang Tertahan di Delapan Bandara

1.558 Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, 170.000 Penumpang Tertahan di Delapan Bandara

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.