Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemhan Bakal Evaluasi Sistem Seleksi Pendidikan ASN untuk Komcad

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 14:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemhan Bakal Evaluasi Sistem Seleksi Pendidikan ASN untuk Komcad Doc: ANTARA
Ket. Kepala Badan Cadangan Nasional Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (29/9/2026).

JAKARTA – Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lema mengatakan pihaknya akan mengevaluasi sistem seleksi aparatur sipil negara (ASN) yang ingin mengikuti pendidikan komponen cadangan (komcad).

Hal tersebut dikatakan Gabriel berkaitan dengan meninggalnya salah satu peserta komcad ASN saat menjalankan pendidikan.

"Semuanya (sistem seleksi) akan dievaluasi. Semua mekanisme kan, semua kan lewat seleksi dan tahapan-tahapan yang ada," kata Gabriel saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (29/9).

Menurut dia, evaluasi itu perlu dilakukan agar para ASN bisa terseleksi dengan baik terutama di bidang kesehatan sebelum mengikuti pendidikan komcad.

Dengan seleksi yang ketat, Gabriel yakin para ASN yang lolos akan lebih siap dalam mengikuti pendidikan komcad.

Kendati demikian, Gabriel tidak menjelaskan secara rinci apa saja poin-pion tahapan penyeleksian dan pelatihan yang akan dievaluasi.

Di waktu dan tempat yang sama, ANTARA sempat bertanya kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait meninggalnya satu ASN saat pendidikan Komcad.

Namun demikian, Sjafrie tidak mau berkomentar terkait hal tersebut.

Sebelumnya, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengucapkan bela sungkawa dalam akun Instagram-nya @teukuriefky yang diunggah Senin (28/9).

Dalam unggahannya, ASN yang meninggal bernama Vanreko Varkas Bagaskara. Unggahannya tersebut tidak menjelaskan secara rinci penyebab Vanreko meninggal.

Namun, unggahan Teuku di akun Instagram-nya mengatakan pihaknya akan terus mengawal proses penerimaan jenazah hingga pemakaman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Sejumlah Provinsi di Thaila...
Advertisement
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebabnya

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Ungkap Penyebabnya

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.