Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Reformasi PBB Dinilai Mendesak Hadapi Krisis Global

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Reformasi PBB Dinilai Mendesak Hadapi Krisis Global Doc: afp
Ket. Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier

Jakarta – Reformasi terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dinilai semakin mendesak di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global, konflik bersenjata, serta melemahnya efektivitas sistem multilateral dalam menyelesaikan berbagai persoalan internasional. Berbagai pemimpin dunia hingga kalangan akademisi menilai organisasi tersebut perlu bertransformasi agar mampu menjawab tantangan abad ke-21 sekaligus mempertahankan relevansinya sebagai pilar utama tata kelola global.

Dikutip dari Antara, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan tatanan dunia yang selama ini bertumpu pada hukum internasional kini menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Menurutnya, semakin banyak negara yang mengabaikan aturan internasional ketika dinilai bertentangan dengan kepentingan nasional mereka.

"Kita hidup di zaman ketika aturan internasional yang telah membimbing kita selama beberapa dekade terancam, saat beberapa negara kuat tidak lagi mematuhi aturan-aturan ini dan dengan berani melanggarnya ketika menghalangi kepentingan kekuasaan mereka sendiri," kata Steinmeier saat membuka Konferensi Keberlanjutan Hamburg, Senin (29/6).

Ia menilai politik internasional kini semakin diwarnai persaingan kekuatan, pola pikir zero-sum, serta konfrontasi yang mengikis fondasi kerja sama global.

"Semangat kebrutalan dan kekejaman sedang melanda politik internasional," ujarnya.

Meski demikian, Steinmeier menegaskan solusi bukanlah meninggalkan sistem multilateral. Sebaliknya, PBB harus diperkuat melalui reformasi kelembagaan agar mampu bekerja lebih efektif dan menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat internasional.

"Penarikan diri dari PBB akan menjadi tindakan yang picik dan fatal. Namun demikian, PBB harus berubah, harus menjadi lebih efisien dan efektif, buktikan bahwa badan ini dapat memberikan hasil yang lebih baik ketimbang para pemimpin otoriter dengan fantasi kemahakuasaan mereka," katanya.

Seruan senada juga disampaikan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez yang sebelumnya meminta PBB diperbarui agar lebih mencerminkan realitas global saat ini. Menurutnya, organisasi tersebut perlu menjadi lebih efisien, transparan, demokratis, inklusif, dan representatif.

Sanchez juga menilai sudah saatnya PBB dipimpin oleh seorang perempuan sebagai bagian dari penguatan legitimasi organisasi tersebut.

"Sudah saatnya beralih dari komitmen ke tindakan," ujarnya.

Sementara itu, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva kembali mendorong reformasi Dewan Keamanan PBB. Ia menilai struktur Dewan Keamanan yang ada saat ini belum mencerminkan keseimbangan geopolitik global, terutama dalam merepresentasikan negara-negara berkembang.

Lula menegaskan perluasan keanggotaan tetap maupun tidak tetap Dewan Keamanan menjadi langkah penting untuk meningkatkan legitimasi dan efektivitas tata kelola global. Bersama India, Brasil selama ini tergabung dalam Kelompok Empat (G-4) bersama Jerman dan Jepang yang memperjuangkan penambahan kursi tetap di Dewan Keamanan.

Perlu Pembenahan

Di Indonesia, pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia Muhammad Syaroni Rofii menilai tuntutan reformasi terhadap PBB semakin relevan mengingat organisasi tersebut kerap mendapat kritik karena dinilai belum mampu merespons berbagai konflik internasional secara optimal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Daerah
Keracunan 448 Bukan Angka K...
Luar Negeri
Iran Bakal Makin Terkucil, ...
Megapolitan
Integritas Tata Kelola Pemk...

Rupiah Masih Rawan - 2 September 2026

3 jam lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rawan - 2 Sept...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.