Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Festival Egrang Jember Bukan Sekadar Permainan, Menteri PPPA Ungkap Pesan Penting soal Ruang Aman Anak

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 02:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Festival Egrang Jember Bukan Sekadar Permainan, Menteri PPPA Ungkap Pesan Penting soal Ruang Aman Anak Doc: Antara
Ket. Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi (tengah) bersama Bupati Jember Muhammad Fawait dan Direktur Tanoker Farha Ciciek saat membuka Festival Egrang XIV di Kantor Desa Sumberlesung, Sabtu (8/8).

Jember, Jawa Timur - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi mengatakan Festival Egrang dapat memperkuat komitmen menciptakan ruang aman bagi anak di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Upaya menciptakan ruang aman bagi anak membutuhkan keterlibatan seluruh unsur masyarakat," katanya saat menghadiri Festival Egrang XIV di Komunitas Tanoker, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu (8/8).

Menurut Arifatul, perlindungan anak tidak dapat hanya mengandalkan regulasi, tetapi harus dibangun melalui kolaborasi, sinergi, dan partisipasi bersama, mulai dari keluarga hingga lingkungan sosial.

"Gerakan nasional ruang aman dan nyaman bagi anak mencakup berbagai lingkungan kehidupan, mulai dari keluarga, ruang publik, satuan pendidikan hingga ruang digital," tuturnya.

Dalam konteks tersebut, ia menilai komitmen masyarakat Kecamatan Ledokombo memiliki arti penting karena melibatkan pemerintah desa dan masyarakat dalam upaya menyelesaikan persoalan di lingkungan terdekat.

"Berbagai kegiatan dan kolaborasi yang telah tumbuh di Kabupaten Jember menunjukkan adanya semangat yang sejalan dengan Ruang Bersama Indonesia. Kekuatan tersebut perlu terus dikembangkan agar menjadi gerakan yang mampu menjawab persoalan masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak," katanya.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara program pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memenuhi hak masyarakat.

"Komitmen Kabupaten Jember akan terus sesuai dengan arahan Presiden dan Ibu Menteri, bagaimana anak-anak termasuk lansia mempunyai hak yang harus dipenuhi, termasuk pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan," ujarnya.

Menurut Fawait, penguatan ruang aman merupakan bagian dari pembangunan yang menempatkan pemenuhan hak masyarakat sebagai salah satu perhatian utama pemerintah daerah.

"Karena itu, keterlibatan pemerintah desa menjadi penting agar kebijakan tidak berhenti pada tingkat kabupaten, tetapi dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata di lingkungan tempat masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari," katanya.

Ruang Perjumpaan

Sementara itu, Direktur Tanoker Farha Ciciek mengatakan keterlibatan berbagai kelompok menjadi bagian penting dari perjalanan Festival Egrang. Bagi Tanoker, permainan tradisional bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat untuk saling mengenal, berkarya, dan merayakan keberagaman.

"Beragam komunitas, kelompok disabilitas, lintas generasi, lintas etnis, organisasi sosial keagamaan berjalan bersama menampilkan hal yang terbaik karya mereka dalam festival itu," ujarnya.

Festival Egrang XIV telah berkembang menjadi kegiatan yang memiliki makna lebih luas bagi masyarakat Ledokombo. Di balik bentuk permainan yang sederhana, festival tersebut membawa pesan tentang kepedulian, empati, kegembiraan, dan harapan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Tangsel Otozone Jadi Sarana...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.