Indikator Makro yang Solid Tidak Otomatis Cerminkan Kesehatan Struktural Ekonomi
📅 Jumat, 23 Jan 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) dalam hasil asesmennya atas perekonomian Indonesia merekomendasikan penerapan kebijakan moneter dan nilai tukar berbasis data guna menjaga stabilitas. Lembaga tersebut juga memandang perlunya normalisasi kebijakan makroprudensial longgar secara bertahap seiring pemulihan kredit.
IMF juga merekomendasikan agar RI mempercepat reformasi struktural untuk memperkuat tata kelola, integrasi perdagangan, dan iklim investasi demi pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Selain memberi beberapa catatan, IMF menilai perekonomian Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat di tengah tekanan eksternal. Pertumbuhan itu didukung oleh inflasi yang terkendali dalam kisaran sasaran serta sektor keuangan yang berdaya tahan.
Dalam laporan tersebut, Dewan Direktur IMF menyoroti keberhasilan Indonesia yang menjaga inflasi terjaga dalam kisaran sasaran, serta mencatat bahwa pelonggaran kebijakan moneter hingga 2025 diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Kemajuan Indonesia terkait pendalaman pasar keuangan dan penguatan efektivitas transmisi kebijakan moneter turut diapresiasi. Selain itu, ketahanan sektor keuangan juga dinilai tetap terjaga baik, didukung penguatan kerangka regulasi dan pengawasan, serta pengembangan sektor keuangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sisi fiskal, IMF menyoroti komitmen otoritas dalam menerapkan kebijakan fiskal yang berhati-hati dengan dukungan aturan fiskal yang kredibel, serta mengapresiasi agenda reformasi struktural Indonesia menuju status negara berpendapatan tinggi pada 2045.
Dalam laporan yang sama, IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh solid sebesar 5,0 persen pada 2025 dan meningkat menjadi 5,1 persen pada 2026.
IMF pun mencermati sejumlah risiko global yang perlu diwaspadai, antara lain guncangan akibat ketegangan perdagangan global, dinamika ketidakpastian ekonomi dunia, serta volatilitas pasar keuangan global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Masyarakat Ekonomi Politik Indonesia (MEPI) Iyuk Wahyudi yang diminta tanggapannya atas hasil konsultasi dengan IMF mengatakan asesmen Dana Moneter Internasional itu jangan semata dilihat sebagai keberhasilan teknokratis, tetapi juga dalam konteks relasi kebijakan ekonomi dan dampaknya terhadap struktur sosial.
Menurutnya, penilaian positif IMF mencerminkan stabilitas makro, namun belum tentu menggambarkan dinamika ketimpangan dan distribusi manfaat pertumbuhan di dalam negeri.
Iyuk menyebut inflasi yang terkendali dan sektor keuangan yang dinilai berdaya tahan memang penting bagi kepercayaan pasar dan investor. Namun dari sudut pandang ekonomi politik, stabilitas tersebut sering kali dibangun melalui kebijakan yang menahan konsumsi dan upah riil masyarakat.
“Stabilitas makro tidak selalu netral secara sosial. Ada kelompok yang diuntungkan lebih cepat, sementara kelompok lain justru menyesuaikan diri lebih lambat,” kata Iyuk.
Ia menekankan bahwa narasi pertumbuhan kuat yang disampaikan berdasarkan laporan Article IV Consultation 2025 perlu dikaitkan dengan struktur ekonomi nasional yang masih bertumpu pada konsumsi rumah tangga dan sektor informal. Dalam kondisi tersebut, tekanan eksternal dan pengetatan global berpotensi lebih dulu dirasakan oleh pekerja dan pelaku usaha kecil, meski indikator makro masih terlihat solid.
Menurut Iyuk, sektor keuangan yang disebut tangguh juga perlu dikaji dari sisi keberpihakan kebijakan kredit. Ia menilai arus pembiayaan masih cenderung mengalir ke sektor-sektor besar dan relatif aman, sementara sektor produktif berbasis UMKM dan daerah menghadapi hambatan struktural.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!