Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

China Town Samarinda Dinilai Bisa Jadi Ikon Wisata Baru Kota Samarinda

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 07:33 WIB | Oleh:
China Town Samarinda Dinilai Bisa Jadi Ikon Wisata Baru Kota Samarinda Doc: antara foto
Ket. Aksi kolaborasi susur sejarah di kawasan China Town Samarinda, Kaltim.

SAMARINDA - Pengurus Cabang Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Pengcab Kagama) Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), menilai kawasan China Town atau kampung pecinan di daerah itu bisa menjadi ikon baru wisata Kota Samarinda.

Kagama Kota Samarinda mendukung pengembangan kawasan China Town atau kampung pecinan sebagai objek wisata baru di Samarinda.

Ketua Pengcab Kagama Samarinda, Raynold Tumbo Panggalo di Samarinda, Senin (27/7) menjelaskan bahwa dukungan tersebut diwujudkan melalui aksi kolaborasi susur sejarah.

Kegiatan ini mengeksplorasi kampung pecinan tertua di Kota Tepian yang membentang dari kawasan Pasar Pagi, Jalan Yos Sudarso, Jalan Mulawarman, hingga Jalan Niaga Timur. Kelenteng Thien Ie Kong menjadi titik pusat dari rute sejarah tersebut.

Raynold menjelaskan bahwa agenda susur sejarah ini dikemas menarik melalui perpaduan aktivitas fisik dan edukasi.

Rangkaian acara meliputi jalan santai, edukasi sejarah mengenai kontribusi komunitas Tionghoa, pengenalan arsitektur dan nilai budaya kawasan bersejarah, hingga pertunjukan barongsai.

"Kami mengenalkan kembali sejarah kota dengan berfokus pada destinasi-destinasi ikonik," ujar Raynold.

Ia mengharapkan inisiatif ini tidak hanya memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah lokal, tetapi juga mampu menginspirasi generasi muda di Kalimantan Timur untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke Universitas Gadjah Mada (UGM).

Aksi nyata dalam pemajuan kebudayaan dan pariwisata daerah ini terlaksana, pada Minggu ( 26/07), berkat kolaborasi antara Kagama Samarinda, Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) Kaltim, Pemerintah Kota Samarinda dan Bankaltimtara.

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Muhammad Faisal memuji langkah Kagama yang berhasil mengajak masyarakat luas untuk menengok kembali rekam jejak sejarah Kota Samarinda, khususnya andil besar komunitas Tionghoa dalam perkembangan kota.

"Semoga ini menjadi awal pembenahan kawasan China Town di Samarinda. Kawasan dari Citra Niaga ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya," ungkap Faisal.

Gayung bersambut, Pemerintah Kota Samarinda ternyata memiliki visi yang selaras. Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Kota Samarinda, Sucipto Wasis, mengungkapkan bahwa Pemkot Samarinda saat ini memang tengah gencar mendorong pengembangan koridor Pasar Pagi hingga Kelenteng Thien Le Kong.

Kawasan ini diproyeksikan menjelma sebagai China Town yang ikonik dan menjadi magnet wisata baru.

Menanggapi hal tersebut, Raynold Tumbo Panggalo menegaskan komitmen Kagama untuk selalu hadir dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sengketa Tanah Golat Memanas, Keturunan Raja Pagi Tempuh Jalur Hukum
    Preview komentar:
    Raja Pagi Sinurat adalah anak kedua dari Raja ...
  • PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau
    Preview komentar:
    Pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GWp ini tentu ...
  • Karawang Punya 9 Kawasan Industri, Warga Lokal Disiapkan Jadi Tenaga Kerja
    Preview komentar:
    Membaca ulasan positif mengenai komitmen Pak Bupati ini ...
Nasional
NU Tidak Seharusnya Terjeba...
Olahraga
Zverev Dapat Peluang Emas d...
Pimpinan DPR menerima audiensi AMPB

Pimpinan DPR menerima audiensi AMPB

28 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.