Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Abrasi Pesisir, Pemprov DKI Tanam Puluhan Ribu Bibit Mangrove Sepanjang 2026!

📅 Senin, 27 Jul 2026, 03:05 WIB | Oleh:
Cegah Abrasi Pesisir, Pemprov DKI Tanam Puluhan Ribu Bibit Mangrove Sepanjang 2026! Doc: ANTARA/HO-Pemkot Jakut
Ket. Pemprov DKI Jakarta menanam 21.060 bibit mangrove yang dilakukan secara serentak di lima titik wilayah pesisir Jakarta untuk memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 di Jakarta, Minggu (26/7).

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menanam 54.038 bibit mangrove sepanjang tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kawasan kehutanan wilayah pesisir dari ancaman abrasi serta menjaga kelangsungan hidup biota laut.

“Sejak Januari hingga Juni 2026 telah ditanam sebanyak 54.038 bibit mangrove di area seluas 4,1 hektare,” kata Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) DKI Jakarta, M Fajar Sauri di Jakarta, Minggu.

Sementara sepanjang tahun 2025, total 87.796 bibit mangrove juga telah ditanam di area sekitar 5,94 hektare.

Ia menilai keberadaan mangrove berperan meredam abrasi, serta menyerap dan menyimpan karbon. Selain itu mangrove menjadi habitat biota pesisir serta memperkuat ketahanan wilayah pesisir.

Menurut dia penanaman puluhan ribu mangrove ini membuat ekosistem pesisir semakin kuat, lingkungan lebih hijau. Serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang.

“Kami menegaskan upaya penanaman mangrove terus dilakukan secara berkelanjutan,” kata dia.

Sementara Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 menyebut Pemprov DKI Jakarta menargetkan penanaman sebanyak 21.060 bibit mangrove yang dilakukan secara serentak di lima titik wilayah pesisir Jakarta.

Penanaman dilakukan di lima lokasi, yaitu Hutan Provinsi Angke Kapuk, Hutan Lindung Angke Kapuk, Pelabuhan PT KCN, serta kawasan Ekomarin dan Rumah Pompa Muara Angke. Pemilihan lima titik ini juga menjadi simbol menjelang usia Jakarta yang akan mencapai lima abad.

Menurut Rano, kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga lingkungan.

"Pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, tetapi harus melibatkan semua pihak," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

Menunggu Giant Sea Wall untuk Tawarkan Air Laut

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.