Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

XLSmart dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Bidik Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan Indonesia pada 2026

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 17:20 WIB | Oleh:
XLSmart dan Komdigi Luncurkan DigiHer, Bidik Digitalisasi 2,4 Juta Perempuan Indonesia pada 2026 Doc: XLSmart
Ket. Acara peluncuran ESTA Prime pada acara Bravo 500 Summit 2026 di Jakarta pada hari Kamis (11/6). XLSMART for Business menggelar Bravo 500 Summit 2026 sekaligus memperkenalkan ESTA Prime sebagai upaya mempercepat transformasi digital nasional melalui pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI), data, internet of things (IoT), dan perluasan jaringan 5G.

JAKARTA – PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk melalui platform Sisternet meluncurkan DigiHer, sebuah fitur pembelajaran digital yang ditujukan untuk memperluas akses peningkatan kompetensi digital bagi perempuan Indonesia. Program ini terintegrasi dengan Digital Talent Scholarship (DTS) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan menargetkan digitalisasi 2,4 juta perempuan Indonesia pada 2026.

Peluncuran DigiHer diumumkan di Jakarta, pada hari Kamis (11/6/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi digital, keterampilan teknologi, dan kesiapan perempuan dalam menghadapi peluang ekonomi digital yang terus berkembang.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys, mengatakan DigiHer merupakan kelanjutan dari gerakan #1JutaSisterDigital yang selama ini dijalankan Sisternet. Menurutnya, transformasi digital yang inklusif membutuhkan akses pembelajaran yang mudah dijangkau dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Melalui kolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, kami ingin membuka peluang yang lebih luas bagi perempuan Indonesia untuk meningkatkan keterampilan digital dan mengambil peran lebih besar dalam ekonomi digital,” ujar Merza pada kesempatan itu.

Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan tingkat penetrasi internet laki-laki mencapai 82,7 persen, sementara perempuan berada di angka 78,6 persen. Kesenjangan tersebut dinilai masih menjadi tantangan bagi perempuan dalam memperoleh akses terhadap pelatihan digital berkualitas, informasi, serta peluang pengembangan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, menilai peningkatan literasi dan keterampilan digital perempuan menjadi bagian penting dalam memperkuat pemberdayaan perempuan di Indonesia.

“Perempuan perlu mendapatkan akses yang setara terhadap pengetahuan, teknologi, dan peluang ekonomi digital agar dapat berkontribusi lebih besar bagi keluarga, komunitas, dan pembangunan nasional,” kata Meutya.

Ia mengapresiasi kehadiran DigiHer yang dinilai mampu membuka ruang belajar digital yang lebih inklusif, aman, dan relevan bagi perempuan Indonesia.

Melalui aplikasi Sisternet, pengguna DigiHer dapat mengakses berbagai modul pembelajaran digital kapan saja dan di mana saja. Materi yang tersedia mencakup literasi digital, keamanan digital, kecerdasan buatan (AI), produktivitas digital, pemasaran digital, personal branding, kewirausahaan digital, pengembangan karier, komunikasi, hingga berbagai keterampilan pendukung lainnya.

Pada tahap awal, DigiHer menyediakan ratusan materi pembelajaran hasil kurasi Sisternet yang dipadukan dengan program Digital Talent Scholarship milik Komdigi.

Selain materi pembelajaran, DigiHer juga menjadi bagian dari ekosistem Sisternet yang menyediakan komunitas, webinar, mentoring, networking, informasi pengembangan karier, hingga berbagai program pemberdayaan perempuan. Fitur ini dapat diakses oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, profesional, pelaku UMKM, pekerja informal, hingga ibu rumah tangga.

Menurut Merza, perempuan memiliki peran strategis dalam keluarga, komunitas, UMKM, maupun perekonomian nasional. Karena itu, peningkatan literasi dan keterampilan digital perempuan diyakini akan memberikan dampak yang lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Kolaborasi antara Sisternet dan Komdigi juga menjadi bentuk sinergi antara sektor swasta dan pemerintah dalam mempercepat pengembangan talenta digital nasional. Integrasi program pembelajaran digital dari kedua pihak diharapkan dapat menjangkau lebih banyak perempuan di berbagai wilayah Indonesia.

Sebagai perusahaan penyedia konektivitas digital, XLSmart turut mendukung inisiatif tersebut melalui penguatan jaringan 4G dan pengembangan layanan 5G Blanket di berbagai daerah. Infrastruktur jaringan yang lebih luas dan andal dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan akses terhadap layanan pembelajaran digital dapat dinikmati secara merata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Sell Indonesia Jadi Trending di Pasar Keuangan, Apa Dampaknya bagi Ekonomi RI?

Sell Indonesia Jadi Trending di Pasar Keuangan, Apa Dampaknya bagi Ekonomi RI?

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.