Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Umumkan Wilayah-Wilayah yang Paling Terdampak El Nino Sepanjang 2026

📅 Minggu, 05 Jul 2026, 17:58 WIB | Oleh:
BMKG Umumkan Wilayah-Wilayah yang Paling Terdampak El Nino Sepanjang 2026 Doc: Pexels

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan tujuh wilayah di Indonesia berpotensi mengalami dampak fenomena El Nino 2026. Wilayah-wilayah tersebut diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal selama periode puncak musim kemarau.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengatakan El Nino 2026 telah memasuki kategori kuat. Diperkirakan berlangsung selama sembilan hingga dua belas bulan.

Namun Faisal menegaskan El Nino tidak berarti Indonesia akan mengalami musim kemarau sepanjang periode tersebut.

"Yang perlu kita waspadai bukan lamanya El Niño, tetapi ketika fenomena ini bertepatan dengan musim kemarau. Pada periode itulah curah hujan menjadi lebih sedikit dibandingkan kondisi normal sehingga berbagai sektor perlu meningkatkan kesiapsiagaan," kata Faisal dikutip dari laman resmi keterangan BMKG, Kamis (2/7) lalu.

Dampak El Nino paling terasa pada Juli hingga Oktober 2026. Pada periode itu, sejumlah wilayah berpotensi mengalami penurunan curah hujan dibandingkan rata-rata klimatologis.

Faisal menjelaskan El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. Kondisi tersebut dapat memperkuat kekeringan ketika terjadi bersamaan dengan musim kemarau.

"Musim kemarau merupakan siklus tahunan. Sedangkan El Niño terjadi secara periodik dan dapat memperkuat kondisi kering ketika berlangsung bersamaan dengan musim kemarau," ujar dia.

Selain mempengaruhi ketersediaan air, El Nino juga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut dapat berdampak pada penurunan kualitas udara dan gangguan kesehatan masyarakat.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi gangguan pada sektor pertanian. Risiko yang muncul antara lain terganggunya fase pertumbuhan tanaman, penurunan produktivitas, hingga meningkatnya potensi gagal panen akibat defisit air.

"Kesiapsiagaan harus dilakukan secara lintas sektor. Risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, kualitas udara, hingga kesehatan masyarakat perlu diantisipasi sejak dini," ucap Faisal.

"Melalui koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan," imbuh Faisal.

BMKG mengimbau pemerintah daerah memanfaatkan informasi iklim yang tersedia dan berkoordinasi dengan unit pelaksana teknis BMKG di wilayah masing-masing.

Langkah tersebut diperlukan agar strategi mitigasi dan adaptasi dapat disesuaikan dengan kondisi lokal.

Berikut wilayah yang diperkirakan paling terdampak El Nino 2026 menurut BMKG:

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Luar Negeri
Trump Kembali Berupaya Peca...
Nasional
Layanan Pasien BPJS Harus B...
Luar Negeri
Krisis Migran Picu Spanyol-...
Nasional
Pembangunan Berkelanjutan B...
Luar Negeri
Arab Saudi-Turki-Pakistan T...
Luar Negeri
Nagasaki Tak Inginkan Terja...

AS Kecam tindakan Tiongkok di LTS

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
AS Kecam tindakan Tiongkok ...
Jangan Sampai Lewat! Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Obral Diskon Hingga Gratis Balik Nama

Jangan Sampai Lewat! Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Obral Diskon Hingga Gratis Balik Nama

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.