PT KAI Proyeksikan Pendapatan Non-Angkutan Rp320 Miliar
📅 Kamis, 11 Jun 2026, 19:15 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan pendapatan non-angkutan sebesar Rp320 miliar. Manajemen KAI meluncurkan platform digital baru untuk mempercepat proses optimalisasi pemanfaatan seluruh aset properti perusahaan.
Sistem digital tersebut mempermudah para pelaku usaha dalam mengakses informasi detail mengenai lahan strategis komersial. Integrasi teknologi itu diharapkan mampu memaksimalkan potensi ekonomi dari jutaan penumpang jasa transportasi kereta.
Vice President (VP) Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan hal itu pada Rabu (10/6). Perusahaan menargetkan pendapatan dari sektor non-angkutan memberikan kontribusi penting bagi struktur keuangan perseroan secara keseluruhan.
"Space by KAI ini akan diintegrasikan dengan Access by KAI. Sehingga, industri perkeretaapian ini juga bisa mengembangkan bisnis yang non-farebox," kata Anne Purba.
Ia menerangkan langkah tersebut dapat meningkatkan kemandirian finansial perseroan melalui ekosistem bisnis modern. Manajemen memfokuskan penawaran aset pada lahan strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi demi keuntungan bersama.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi, dalam satu tahun kita lebih, melayani 500 juta penumpang. Dan ini sangat potensial untuk yang bisnis di ekosistem asetnya KAI," ujar dia.
Executive Vice President (EVP) of Sales KAI, Zuhril Alim, memberikan penjelasan mengenai platform itu. Seluruh aset yang masuk katalog elektronik telah melalui penyaringan ketat agar terbebas dari kendala hukum.
"Jadi prinsipnya adalah hari ini kita sedang me-launching satu platform baru untuk memudahkan tadi, interaksi antara KAI selaku pemilik aset dan pemilik captive market yang mencapai 500 juta per tahunnya, dan itu dengan para mitra-mitra kami maupun calon mitra yang akan bekerja sama dengan KAI dalam hal pemanfaatan asetnya. Kenapa KAI? Tadi disampaikan, kita punya banyak lokasi strategis," kata Zuhril Alim.
Sebaiknya Anda baca juga:
Katalog elektronik ini hanya menampilkan daftar properti pilihan yang sudah melewati tahap pemeriksaan legalitas secara mendalam dan ketat. Fokus utama dari penyediaan sarana ini adalah memberikan kemudahan akses bagi para pengusaha untuk mulai berinvestasi.
"Kalau ditargetnya kami saat ini memang kurang lebih di Rp320 miliar untuk tahun ini saja. Dan harapannya memang tiap tahun ada pertumbuhan lima persen," kata Zuhril.
Zuhril menerangkan platform tersebut menyediakan data lengkap mengenai ketersediaan lokasi di berbagai daerah operasi. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses transaksi bisnis dengan para calon mitra secara efisien.
"Dengan Space ini, teman-teman akan bisa melihat lokasi-lokasi mana yang punya potensial, punya nilai komersial tinggi. Ada kurator, ada ada sisi kurasi dari kami, mana lahan-lahan kami yang memang memiliki nilai, eeh, potensi atau komersial tinggi, sehingga ini memudahkan pada para mitra atau calon mitra untuk melihat," ucap dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!