IHSG Hari Ini Dibuka Melemah, Sentimen Pasar Didominasi Perkembangan Timur Tengah
📅 Kamis, 11 Jun 2026, 09:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (11/6) berpotensi bergerak volatil seiring peningkatan tensi di kawasan Timur Tengah.
IHSG dibuka melemah 3,11 poin atau 0,05 persen ke posisi 5.899,27. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,83 poin atau 0,14 persen ke posisi 590,31.
"Sentimen pasar tetap didominasi perkembangan di Timur Tengah, setelah CENTCOM mengumumkan gelombang baru serangan terhadap Iran atas instruksi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata, dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Dari mancanegara, Trump kembali memperingatkan bahwa Iran akan "membayar harga", apabila terus menunda kesepakatan damai, sementara Iran menegaskan akan membalas setiap ancaman maupun serangan yang diterimanya.
Konflik yang memasuki bulan keempat, kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketidakpastian tetap tinggi karena Selat Hormuz yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia masih menjadi titik utama risiko energi global.
Selain itu, Trump mengklaim AS telah menjalankan "misi rahasia" untuk membantu lebih dari 200 kapal komersial melewati Selat Hormuz dan mengalirkan lebih dari 100 juta barel minyak ke pasar global.
Namun demikian, klaim tersebut dibantah oleh Menteri Energi AS Chris Wright, yang mengaku tidak mengetahui operasi tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari kebijakan moneter, Bank of Canada mempertahankan suku bunga acuannya dan pasar terus mencermati kenaikan harga energi akibat perang Iran akan memaksa The Fed, Europan Central Bank (ECB), dan Bank of Japan (BoJ) akan mempertahankan kebijakan moneter lebih ketat lebih lama dari yang sebelumnya diperkirakan.
Menurut CME FedWatch, pasar masih memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan, yang akan menjadi FOMC pertama di bawah Ketua baru Kevin Warsh.
Namun, probabilitas kenaikan suku bunga 25 bps hingga akhir tahun meningkat ke sekitar 43 persen.
Yield US Treasury 10Y naik ke 4,55 persen, sementara yield 30Y kembali menembus 5 persen.
Dari dalam negeri, Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan optimisme masyarakat terhadap perekonomian tetap kuat pada Mei 2026, dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bertahan di level tinggi 120,9, didukung oleh ekspektasi ekonomi ke depan yang tetap solid (IEK 129,7).
Meski demikian, persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini mulai melemah, tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) yang turun ke 112,2 pada Mei 2026, dari sebelumnya 116,5 pada April 2025, mengindikasikan konsumen masih optimistis terhadap masa depan namun mulai lebih berhati-hati terhadap kondisi saat ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!