Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Grup Musik Death Thrash Untu Rilis Single “Batara Kala”

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 19:43 WIB | Oleh:
Grup Musik Death Thrash Untu Rilis Single “Batara Kala” Doc: Instagram/@untu.musik
Ket. Band death thrash asal Yogyakarta, Untu

JAKARTA - Grup musik experimental death thrash asal Yogyakarta, Untu, merilis video musik terbaru berjudul Batara Kala. Karya tersebut menjadi penanda eksplorasi baru dalam memadukan unsur musik ekstrem dengan tradisi budaya Jawa.

Peluncuran video musik dilakukan pada awal Juni 2026 dan mendapat perhatian kalangan musik independen nasional. Melalui karya tersebut, Untu menghadirkan pendekatan berbeda dalam menggabungkan instrumen tradisional dengan musik metal modern.

"Melalui karya ini kami ingin menghadirkan pengalaman musikal yang memadukan unsur tradisi dengan energi ekstrem. Gamelan tidak hanya menjadi pelengkap, melainkan bagian utama yang membentuk identitas musikal lagu secara utuh," tulis @untu.musik dalam postingan instagramnya, Sabtu (6/6) lalu.

Berbeda dari pendekatan yang umum digunakan, Untu menempatkan gamelan sebagai elemen utama dalam keseluruhan komposisi musik. Instrumen tradisional tersebut dirancang untuk menyatu secara struktural dengan karakter agresif musik death thrash.

Perpaduan tersebut menghasilkan warna musik yang menggabungkan nuansa sakral dengan energi yang intens dan dinamis. Eksplorasi itu sekaligus memperlihatkan kemungkinan baru dalam pengembangan musik ekstrem berbasis budaya lokal.

"Ketukan gamelan dan struktur musikal Jawa kami integrasikan langsung ke dalam komposisi death thrash berkecepatan tinggi. Pendekatan tersebut memungkinkan lahirnya karakter musik yang berbeda dari pola kolaborasi metal dan etnik sebelumnya," tulis Untu.

Secara tematik, lagu Betara Kala mengangkat konsep Ruwatan yang dikenal dalam tradisi masyarakat Jawa. Ritual tersebut diyakini sebagai upaya memohon perlindungan dari berbagai ancaman dan marabahaya dalam kehidupan.

Namun, narasi lagu ini tidak berfokus pada penyelesaian spiritual yang menenangkan bagi pendengarnya. Sebaliknya, karya tersebut menggambarkan waktu sebagai kekuatan yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun.

"Dalam Batara Kala mengeksplorasi hubungan manusia dengan waktu melalui simbolisme ritual yang dikenal masyarakat Jawa. Kami ingin menghadirkan pesan bahwa waktu tetap berjalan dan menjadi kenyataan yang tidak dapat dihindari," ungkap Untu.

Perjalanan Untu bermula di Los Angeles pada 2014 sebagai proyek kolektif beranggotakan lima belas musisi. Setelah kembali ke Indonesia, kelompok tersebut berkembang menjadi formasi yang lebih ringkas dan fokus.

Inspirasi dari kesenian Jathilan turut memengaruhi arah musikal yang kini mereka kembangkan. Formasi saat ini memadukan instrumen metal modern dengan perangkat gamelan untuk menciptakan identitas khas.

Kolaborasi enam musisi menjadi fondasi utama dalam pengembangan karakter musik Untu hingga saat ini. Melalui Batara Kala, mereka berupaya memperluas ruang dialog antara tradisi budaya dan musik kontemporer.

Kehadiran Untu dalam skena musik underground mendapatkan respon positif dari para penggemar musik metal. "Keren banget, bagian musik tradisionalnya nggak hanya tempelan, tapi benar-benar menjadi bagian dari lagunya," ujar @hardq85 dalam kolom komentar instagram @untu.musik. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Meksiko Pilih Tak Balas Tarif Baru Trump

2 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Meksiko Pilih Tak Balas Tar...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...
  • Piala Dunia 2026: Kapten Timnas Spanyol Rodri Dinobatkan sebagai Pemain Terbaik
    Preview komentar:
Penyelamat Wajah Indonesia! Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara China Open 2026 Lewat Drama Rubber Game

Penyelamat Wajah Indonesia! Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara China Open 2026 Lewat Drama Rubber Game

26 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.