Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI Pasang Jurus Ganda untuk Redam Inflasi Pangan

📅 Rabu, 10 Jun 2026, 21:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI Pasang Jurus Ganda untuk Redam Inflasi Pangan Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi-Petugas keamanan melakukan penjagaan di kawasan Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi merupakan dua agenda yang saling berkaitan dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Ketersediaan pasokan pangan yang memadai dapat meredam gejolak harga, mengingat komoditas pangan menjadi salah satu penyumbang utama inflasi.

Di tengah risiko perubahan iklim, gangguan distribusi, dan ketidakpastian global, penguatan produksi domestik serta efisiensi rantai pasok menjadi kunci untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga secara berkelanjutan.

Bank Indonesia (BI) mengoptimalkan program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) dan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk menjaga ketahanan pangan serta mengendalikan tingkat inflasi agar tetap berada pada rentang target 1,5-3,5 persen.

Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali menyatakan bahwa ketahanan pangan yang baik, termasuk dengan terjaganya stok dan harga komoditas pangan, dapat menekan kenaikan inflasi.

“Dengan tekanan harga yang tetap terkendali, daya beli masyarakat dapat terlindungi dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga," kata Ricky P. Gozali dalam seminar bertajuk “Ketahanan Pangan untuk Indonesia Emas" di Jakarta, Rabu (10/6).

Ia menuturkan pihaknya mendorong produktivitas, memperlancar distribusi, dan menjaga stabilitas harga pangan melalui implementasi GPIPS.

Sementara insentif KLM diharapkan dapat meningkatkan penyaluran pembiayaan pada sektor pertanian, industri pengolahan, dan hilirisasi pangan.

Ricky menyampaikan, ketidakpastian situasi global memberikan tantangan bagi pasokan pangan nasional, mulai dari volatilitas harga komoditas, pembatasan ekspor, hingga kenaikan biaya logistik dan impor.

Tekanan terhadap nilai tukar rupiah pun turut mendorong kenaikan harga pangan impor dan sarana produksi pertanian.

Hal tersebut menunjukkan bahwa pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga stabilitas perekonomian.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan diperlukan inovasi pertanian dari sektor hulu untuk meredam inflasi harga pangan, mengingat komoditas volatile food sangat rentan terhadap perubahan musim dan cuaca.

Pihaknya pun telah mengembangkan sejumlah varietas padi unggulan dengan produktivitas di atas 10 ton per hektar yang tahan banjir, kekeringan, dan lahan asin untuk mendukung swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.

“Ketersediaan varietas unggul yang tahan cuaca ekstrem diharapkan dapat menstabilkan pasokan komoditas pokok dan mencegah lonjakan harga," ujar Arif Satria.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.