Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Merawat Sungai, Merayakan Kota: Winongo Art Festival Angkat Pesona Wisata Air Yogyakarta

📅 Kamis, 11 Jun 2026, 19:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Merawat Sungai, Merayakan Kota: Winongo Art Festival Angkat Pesona Wisata Air Yogyakarta Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Ilustrasi - Wisata kano di Sungai Winongo Kecil di Jalan Samas, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

YOGYAKARTA – Aliran Sungai Winongo yang membelah kawasan Ngampilan, Kota Yogyakarta, tak lagi dipandang sekadar sebagai bagian dari bentang kota.

Di tangan warga dan pemerintah setempat, sungai ini perlahan menjelma menjadi ruang publik yang hidup, sarat kreativitas, sekaligus memiliki daya tarik wisata yang khas.

Upaya tersebut kembali diperkuat melalui penyelenggaraan Winongo Art Festival yang akan digelar pada 13 Juni 2026.

Festival ini menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Kemantren Ngampilan untuk mengangkat potensi pariwisata berbasis sungai sekaligus memperkenalkan wajah lain Kota Gudeg yang dekat dengan kehidupan masyarakat bantaran sungai.

Tak hanya menyuguhkan pertunjukan seni, festival ini juga menjadi panggung bagi warga untuk menunjukkan hasil kreativitas mereka dalam mengelola lingkungan sungai.

Beragam atraksi budaya, kesenian, dan aktivitas komunitas dihadirkan untuk menghidupkan kawasan Winongo sebagai destinasi yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi.

Lebih dari sekadar perayaan, Winongo Art Festival mencerminkan perubahan cara pandang terhadap sungai. Dari yang dahulu kerap identik dengan kawasan belakang kota, kini sungai mulai ditempatkan sebagai aset wisata yang mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Melalui pendekatan berbasis komunitas dan budaya, Sungai Winongo diharapkan dapat menjadi contoh bagaimana ruang alam perkotaan dapat diolah menjadi magnet wisata yang berkelanjutan sekaligus memperkuat identitas Yogyakarta sebagai kota kreatif.

Mantri Pamong Praja Kemantren Ngampilan Anif Luhur Kurniawan di Yogyakarta, Kamis (11/6), mengatakan Winongo Art Festival merupakan kolaborasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mengangkat potensi yang ada di wilayah baik potensi UMKM maupun seni budaya.

‎"Keterlibatan langsung masyarakat sebagai motor penggerak didalamnya menjadikan kegiatan tersebut sarana untuk memajukan pariwisata berbasis sungai yang ada di Kota Yogyakarta," kata Anif.

‎Menurut dia, Kemantren Ngampilan adalah sebuah wilayah administratif di jantung Kota Yogyakarta yang berfungsi sebagai salah satu pilar pelestari budaya sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif.

‎Dengan luas wilayah yang relatif kecil namun padat secara demografis, Ngampilan memiliki posisi strategis yang menjembatani kawasan sumbu filosofis dengan pusat komersial kota.

‎"Potensi besar Kemantren Ngampilan yaitu dilintasi oleh Sungai Winongo yang menjadi destinasi wisata berbasis sungai dan budaya," katanya.

‎Winongo Art Festival di bantaran Sungai Winongo, Serangan Ngampilan juga sebagai upaya kolektif mengembalikan fungsi sungai bukan hanya sebagai saluran air, tetapi sebagai ruang hidup, ruang budaya, dan penggerak ekonomi masyarakat melalui UMKM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Daerah
Pemkot Bandung Selidiki Kas...
Luar Negeri
AS Akhirnya Luluh dan Tunda...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Miris, Lima Atlet Panjat Tebing jadi Korban Pelecehan Seksual Pelatih

Miris, Lima Atlet Panjat Tebing jadi Korban Pelecehan Seksual Pelatih

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.