IHSG Ambruk Saat Sesi I, Saham Energi dan Komoditas Jadi Biang Tekanan
📅 Rabu, 20 Mei 2026, 14:15 WIB | Oleh: Tim PenulisDalam jangka pendek, Elandry memproyeksikan IHSG masih bergerak volatil dengan kecenderungan sideways hingga melemah terbatas karena pasar masih mencerna kombinasi sentimen domestik dan global.
Meski demikian, peluang technical rebound dinilai masih terbuka apabila keputusan Bank Indonesia mampu menjaga stabilitas rupiah dan pemerintah berhasil mempertahankan kepercayaan pasar terhadap kebijakan fiskal.
“Sektor defensif, perbankan besar, konsumsi domestik, serta saham dengan fundamental kuat masih akan menjadi pilihan utama investor,” ujar Elandry.
Pada penutupan sesi I, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,6 juta transaksi dengan volume perdagangan mencapai 27,55 miliar lembar saham senilai Rp13,67 triliun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebanyak 165 saham menguat, 521 saham melemah, dan 128 saham stagnan.
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, sembilan sektor mengalami pelemahan, dipimpin sektor transportasi dan logistik yang turun 4,12 persen. Disusul sektor barang baku turun 4,07 persen dan sektor energi melemah 2,73 persen.
Saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain INTD, ZONE, APIC, MORA, dan INDR. Sementara saham yang mengalami penurunan terbesar yakni UANG, RLCO, TPIA, WBSA, dan SMMT.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!