Cuaca Ekstrem Melanda Bekasi, Petani Diminta Ubah Pola Tanam demi Jaga Ketahanan Pangan
📅 Kamis, 16 Apr 2026, 16:40 WIB | Oleh: Tim PenulisKabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meminta para petani beradaptasi dengan potensi cuaca ekstrem melalui penyesuaian pola tanam hingga jenis tanaman yang tepat menurut kondisi iklim saat ini.
"Upaya ini kita harapkan mampu menjaga stabilitas pangan daerah di tengah ancaman perubahan iklim ekstrem," kata Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi Benny Yulianto Iskandar di Cikarang, Kamis (16/4).
Cuaca tak menentu melanda Kabupaten Bekasi sejak sepekan terakhir. Cuaca panas berlebih terjadi pada siang hari mencapai suhu 33 derajat Celcius namun disusul hujan di sore harinya sehingga turut berdampak terhadap kondisi tanaman pangan.
Benny mengungkapkan perubahan cuaca ekstrem tersebut membutuhkan adaptasi agar produksi hasil pertanian mereka dapat terus terjaga.
Selain itu, pemanfaatan lahan pekarangan rumah sebagai sumber pangan alternatif juga perlu dilakukan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tanaman seperti singkong, ubi, jagung dan sukun dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada beras dan terigu," katanya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam mengonsumsi pangan. Salah satunya dengan mengurangi pemborosan melalui gerakan 'Stop Boros Pangan'.
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bekasi mencatat sejumlah komoditas terpantau dalam kategori waspada di antaranya beras, jagung, bawang putih, bawang merah, minyak goreng, sayur-mayur dan kedelai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Komoditas beras menjadi salah satu yang perlu diwaspadai. Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) Kabupaten Bekasi saat ini seberat 150 ton atau dinilai belum ideal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sepanjang tahun ini.
"Karena kami juga melakukan intervensi cepat seperti penyaluran atau distribusi CPPD, penanganan daerah rawan pangan dan gizi hingga menggelar Gerakan Pangan Murah," katanya.
Di sisi lain, pemerintah juga melakukan antisipasi melalui kolaborasi dengan berbagai instansi. Upaya tersebut mencakup pencegahan risiko gagal panen serta menjaga kelancaran distribusi pangan.
"Upaya yang kami lakukan di antaranya mengurangi risiko gagal panen serta menjaga distribusi pangan tetap lancar melalui kolaborasi dengan Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Bina Marga hingga Bulog. Selain itu, kami juga memastikan cadangan pangan pemerintah daerah tetap tersedia," kata dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!