Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Ambruk Saat Sesi I, Saham Energi dan Komoditas Jadi Biang Tekanan

📅 Rabu, 20 Mei 2026, 14:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Ambruk Saat Sesi I, Saham Energi dan Komoditas Jadi Biang Tekanan Doc: Antara
Ket. Kamera wartawan merekam layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan sesi I, Rabu (20/5), ditutup melemah akibat tekanan dari saham sektor barang baku dan energi.

IHSG turun 38,50 poin atau 0,60 persen ke level 6.332,18. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan justru naik tipis 0,23 poin atau 0,04 persen ke posisi 635,05.

Pengamat pasar modal Elandry Pratama mengatakan pasar masih mencermati pidato Presiden terkait arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah ke depan.

“Pembentukan badan khusus ekspor komoditas memicu kekhawatiran di saham-saham berbasis komoditas karena pasar khawatir ada potensi intervensi terhadap mekanisme ekspor maupun margin emiten,” ujar Elandry di Jakarta, Rabu.

Selain itu, pelaku pasar juga memilih bersikap wait and see menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia terkait suku bunga acuan BI-Rate.

“Pasar cukup sensitif terhadap arah kebijakan moneter karena berkaitan langsung dengan stabilitas rupiah dan arus modal asing,” katanya.

Di sisi lain, efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperkirakan turun dari Rp335 triliun menjadi sekitar Rp268 triliun dinilai memberi sentimen positif terhadap persepsi fiskal Indonesia karena menunjukkan upaya menjaga disiplin APBN.

Namun, menurut Elandry, sentimen tersebut belum cukup kuat untuk menahan tekanan jual di pasar saham secara keseluruhan.

Dari faktor global, tekanan pasar masih dipengaruhi ketidakpastian arah suku bunga Federal Reserve dan penguatan dolar AS yang membuat arus dana asing lebih selektif terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain itu, kenaikan yield obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury juga membuat investor global sementara beralih ke aset yang dianggap lebih aman.

“Pasar juga masih dibayangi kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan tensi geopolitik yang membuat minat terhadap aset berisiko menurun,” ujar Elandry.

Ia menilai investor asing saat ini masih cenderung defensif dan aktif melakukan aksi ambil untung, terutama pada saham-saham perbankan besar dan komoditas yang sebelumnya menopang IHSG.

Menurutnya, pergerakan investor asing masih akan sangat dipengaruhi stabilitas rupiah, arah BI-Rate, dan persepsi terhadap kredibilitas fiskal pemerintah.

“Jika rupiah stabil dan tekanan global mulai mereda, peluang foreign inflow kembali terbuka,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.